Structured Cabling

Structured Cabling

Apa itu Structured Cabling?

Dalam dunia perkabelan, istilah “Structured Cabling” mungkin sudah sering kita dengar. Namun, apa sih sebenarnya Structured Cabling itu?

Menurut Fiber Optic Association, Structured Cabling adalah:

Standardisasi pada arsitektur dan komponen untuk kabel komunikasi yang dirumuskan oleh komite EIA/TIA TR42 dan digunakan sebagai standar oleh pabrikan kabel agar interoperabilitas dapat terjamin.

Intinya, Structured Cabling adalah standardisasi perkabelan. Isi standar ini antara lain menerangkan tentang:

  • tipe & jenis kabel,
  • jarak,
  • konektor,
  • arsitektur sistem perkabelan,
  • standar terminasi,
  • karakteristik performa,
  • kebutuhan instalasi, dan
  • metode pengujian

Standar Structured Cabling ini bersifat open dan dapat diimplementasikan untuk berbagai macam sistem seperti data, telephony, access control, audio, building automation, dan lain sebagainya.

Structured Cabling Subsystem

Secara umum, Structured Cabling dibagi menjadi 6 subsistem:

  1. Entrance Facilities
  2. Equipment Room
  3. Backbone Cabling
  4. Telecommunications Room & Enclosure
  5. Horizontal Cabling
  6. Work Area

Six Subsystems that make up a Structured Cabling System

Entrance Facilities

Adalah titik dimana semua koneksi dari dan ke luar gedung diterminasi. Kabel dari ISP maupun dari gedung lain berhenti di sini. Fasilitas ini ini berisi terminasi kabel-kabel dari dan ke ISP atau gedung lain.

Equipment Room

Equipment Room secara umum berisi peralatan telekomunikasi dari ISP. Pada gedung-gedung berskala besar, isi Equipment Room ini lebih kompleks daripada Telecommunications Room (TR) atau Telecommunications Enclosure (TE). Biasanya, ruangan ini berisi cross connects, baik itu berupa main cross connect, intermediate cross connect, maupun horizontal cross connect.

Backbone Cabling

Backbone Cabling menghubungkan antara Telecommunications Room, Equipment Room dan Entrance Facilities. Secara umum, Backbone Cabling terdiri dari komponen-komponen berupa kabel (biasanya fiber optik), terminasi mekanikal, intermediate dan main cross connect, dan patch cord.

Telecommunications Room (TR) & Enclosure (TE)

TR atau TE berisi terminasi antara Backbone Cabling dan Horizontal Cabling, dan juga jumper dan patch cord. TR atau TE bisa juga berisi perangkat telekomunikasi seperti switch.

Horizontal Cabling

Horizontal Cabling menghubungkan antara outlet telekomunikasi di Work Area dengan peralatan di TR/TE. Horizontal Cabling juga termasuk kabel, terminasi mekanikal, jumper/patchcord, juga wall outlet atau Multiuser Telecommunications Outlet Assemblies (MUTOA) dan Consolidation Points (CP).

Secara umum, panjang Horizontal Cable maksimum adalah 90m. Jika ada outlet atau MUTOA, maka panjang maksimum bisa jadi tidak sampai 90m.

Work Area

Komponen Work Area membentang dari outlet telekomunikasi di dinding / MUTOA hingga peralatan kerja. Komponen yang digunakan pada Work Area meliputi perangkat akhir (komputer, printer, telepon, access point, dll), patch cord, dan outlet telekomunikasi / MUTOA.

Semoga bermanfaat. 🙂

Muhammad Afiful Hashif
Presales Technical Consultant at AnugrahPratama.com
An IT Infrastructure Engineer & Consultant with expertise in Windows Server administration, Sophos XG firewall, Mikrotik and Yeastar/Yealink IP telephony.