Arsip Tag: multimedia

nVidia CUDA & Video Encoding

nVidia CudaVideo encoding merupakan suatu proses pengubahan format video untuk keperluan atau memenuhi spesifikasi tertentu dengan menggunakan software video encoder. Proses ini biasa disebut juga video conversion.

Proses encoding ini begitu banyak memakan resource hardware, terutama prosesor. Semakin mumpuni sebuah prosesor, tentu akan semakin cepat proses encoding dan semakin baik kualitas video hasil encoding.

Beberapa waktu yang lalu (nggak tau persisnya kapan, hhee), nVidia merilis teknologi CUDA (Computer Unified Device Architecture), yaitu teknologi parallel computing dari nVidia. Selama ini, pemrosesan hanya terpusat di prosesor (CPU) saja. Nah, teknologi CUDA memungkinkan para developer untuk merancang software yang berbasis parallel computing, dengan memanfaatkan CPU dan GPU (Graphic Processing Unit) sekaligus untuk pemrosesannya.

Kembali ke proses encoding video, tentunya akan sangat menyenangkan kalau kita bisa memanfaatkan teknologi ini untuk pekerjaan kita. Dengan menggunakan teknologi CUDA ini, performa pemrosesan bisa naik hingga 18 kali lipat.

Biasanya, saya melakukan encoding dengan menggunakan software Canopus ProCoder versi 2 atau 3. Rencananya, saya akan menggunakan kartu berbasis nVidia CUDA.  Tapi saya belum tau dan masih mencari tau, apakah Canopus Procoder 3 menggunakan teknologi CUDA atau tidak. Tapi yang pasti, software TMPGEnc 4.0 Express sudah mendukung teknologi ini. Kalau nanti ternyata ProCoder 3 nggak support, ada kemungkinan kita migrasi ke TMPGEnc 4.0 Express untuk menggantikan ProCoder 3, hhee.. 😀

Mungkin masih ada yang bertanya-tanya, bagaimana sih teknologi CUDA bekerja?

Teknologi CUDA adalah salah satu teknologi parallel computing, dimana pemrosesan suatu proses dilakukan secara parallel. Dalam kasus video encoding saya, selama ini saya hanya membebani kepada CPU AMD Athlon X2 dual-core saya aja. Nah, nanti jika sudah terpasang graphic card CUDA, dan software encoding yang digunakan mendukung, maka proses encoding nanti akan ditangani secara parallel oleh CPU sekaligus GPU. Ini akan meningkatkan performa dan kualitas video hingga beberapa kali lipat.

CUDA, yang bekerja pada bahasa pemrograman C memang dirancang untuk memaksimalkan kinerja GPU untuk memecahkan kompleksitas yang terdapat pada proses kumputasi. Teknologi ini memaksimalkan proses pengolahan gambar, video, rendering 3D, dan lain sebagainya. Dengan CUDA, encoding sebuah video dapat dijalankan lebih cepat sampai 400%.

Dulu saya pernah mencoba melakukan video encoding dengan beberapa komputer sekaligus, menggunakan jaringan dengan software DebugMode FrameServer. Jadi ada beberapa komputer yang saling bahu-membahu menyelesaikan satu pekerjaan. Bisa jadi mirip seperti itulah teknologi parallel computing.

IPTV – The Next Generation TV

Sekarang, cuma berbekal koneksi telepon rumah aja sudah bisa bertelepon, internetan, smbil liat TV cable. Inilah yang dinamakan Triple Play, dimana dengan menggunakan satu saluran telepon, kita bisa menggunakannya untuk melakukan panggilan telepon (baik konvensional maupun VoIP), broadband internet dan juga menyaksikan siaran TV dari seluruh dunia secara bersamaan.

IPTV adalah konsep siaran TV digital yang disalurkan dengan menggunakan protokol internet (IP) yang mempunyai frekuensi berbeda dengan voice. Sehingga voice (telepon), siaran IPTV dan broadband internet bisa disatukan dalam satu saluran telepon rumah dan dapat dinikmati secara bersamaan.

Frekuensi saluran telepon rumah dibagi menjadi dua dengan menggunakan splitter yang diinstalasikan di rumah pelanggan. Yang satu masuk ke telepon, yang satunya lagi masuk ke modem ADSL. Dari modem ADSL diteruskan ke network switch untuk dibagi lagi ke komputer dan Set Top Box (untuk modem ADSL yg built-in network switch, maka dapat langsung dibagi ke komputer dan STB). Nah, dari STB kemudian diteruskan ke TV. Sedangkan yang terhubung ke komputer dapat digunakan untuk akses internet.

Jadi, untuk menikmati siaran TV internasional berkualitas, nggak perlu pake parabola. Cukup dengan menggunakan saluran telepon rumah, modem ADSL (yang biasanya digunakan untuk broadband connection seperti Speedy), switch (atau modem ADSL yang include switch) dan STB (Set Top Box), dan mendaftar untuk berlangganan tentunya.


Sumber : Wikipedia Indonesia dan PT. Telkom Divre V Surabaya

Bikin Film Yuuk… (2)

Nah, setelah membahas tentang tahapan-tahapan produksi sebuah film, mari sekarang kita bahas mengenai tahap yang pertama, yaitu tahap pre-production atau pra-produksi.

Tahap pre-production, merupakan tahap persiapan dan perencanaan sebelum memproduksi sebuah film. Pada intinya, tahap ini merupakan tahap persiapan supaya proses produksi berjalan dengan baik dan semestinya sesuai konsep supaya dapat menghasilkan suatu karya video yang sesuai dengan harapan.

Outline

Untuk memudahkan pekerjaan, kita bisa menyusun rencana-rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Kita bisa membuat point-point pekerjaan atau sebuah checklist yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun bersama dengan kru atau rekan kerja supaya dapat menghasilkan persamaan persepsi tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.

Script / skenario

Sebenarnya, dengan menggunakan outline saja, kita sudah bisa memulai tahapan pelaksanaan produksi. Tetapi dalam berbagai model proyek video etep membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, angle dan panning kamera, sound atmospher, dan sebagainya.

Storyboard

Apabila kurang cukup dengan outline dan skenario, kita dapat menggunakan storyboard dalam rangkaian proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, angle dan panning kamera, dan sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan memudahkan proses produksi nantinya.

Rencana Anggaran

Ketika kita akan mengerjakan sebuah proyek, baik itu bersifat pribadi, atau kelompok, maka sangat dianjurkan untuk membuat rencana anggaran. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan. Tanpa menggunakan rencana anggaran, hanya mengandalkan spekulasi, maka prosentase kerugian akan diperkirakan akan lebih besar. Rencana anggaran dalam pembuatan film meliputi gaji kru, baik itu aktor, kameramen, director of photography, effect spesialist, dll, pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, propertis, sewa peralatan, catering dan sebagainya.


bersambung…

Bikin Film Yuuk…

Bayangkan kalau kita bisa membuat video sendiri untuk keperluan pribadi. Misalnya untuk dokumentasi liburan, pernikahan, atau momen-momen penting lainnya. Pasti banyak peristiwa indah dan tak terlupakan yang bisa kita dokumentasikan dan kita kenang.

Atau misalnya kita dapat membuat sebuah film yang menggambarkan suatu keadaan tertentu pada sebuah lapisan masyarakat yang tak terlihat dari dunia luar. Atau membuat sebuah film untuk keperluan-keperluan lain, pasti senang sekali rasanya.

Salah satu media yang dapat digunakan sebagai pencatat peristiwa-peristiwa penting itu adalah video. Kita dapat membuat sebuah video dokumentasi dengan peralatan yang sederhana. Misalnya hanya dengan sebuah camcorder, dan komputer. Tetapi, untuk dapat menghasilkan sebuah film yang benar-benar berkualitas, kita membutuhkan perencanaan yang matang. Mulai dari pra-produksi, produksi, sampai pasca-produksi harus diperhitungkan dengan matang. Berikut ini saya berikan skema kreatif produksi sebuah film.


Bersambung yaah…..