Arsip Tag: kamera

Depth-of-field (DOF) & DOF Preview Pada EOS 1100D

Hmm, lama sekali nggak menyentuh blog ini, hhee. Kali ini saya ingin menulis tentang Depth-of-field (DOF), dan bagaimana melakukan DOF preview di kamera Canon EOS 1100D, karena 1100D ini nggak punya dedicated DOF preview button. Sebelumnya, kita bahas tentang DOF dulu ya. 

Apa sih DOF itu?

Depth-of-field (DOF) dapat diartikan sebagai ruang tajam yang memisahkan foreground dan background. Semakin sempit ruang tajam, maka foreground akan semakin terpisah dari background, entah background-nya yang blur atau foreground-nya. Begitu pula sebaliknya, semakin luas ruang tajam, maka foreground akan menyatu dengan background, sama-sama tajam & tampak jelas.

DOF sempit (kiri), dan DOF lebar (kanan)
Pengaturan DOF dapat ditentukan dengan mengatur bukaan diafragma (aperture) lensa pada kamera. Diafragma ini berfungsi seperti pupil pada mata. Range bukaan tergantung dari lensa yang digunakan. Setiap lensa bisa memiliki range bukaan yang berbeda. Akan tetapi yang perlu diperhatikan disini adalah semakin kecil angka diafragmanya, semakin besar bukaannya. Dan semakin besar bukaannya, semakin sempit DOFnya. Begitu juga sebaliknya, semakin besar angka diafragmanya, semakin kecil bukaannya, semakin luas DOFnya


Tapi ada efek samping lain, yaitu semakin besar bukaannya, semakin besar intensitas cahaya yang masuk sehingga berpotensi over exposure. Dan semakin kecil bukaannya, semakin kecil intensitas cahaya yang masuk sehingga berpotensi under exposure. Untuk mengatasi hal ini, bisa dilakukan penyesuaian entah di ISO, atau shutter speednya, sesuai sikon dan selera fotografer.
Bukaan diafragma. Makin kecil angkanya, makin besar bukaannya, makin besar intensitas cahaya yang masuk.


DOF Preview Pada Canon EOS 1100D

Secara default, posisi bukaan diafragma pada lensa ada pada bukaan terbesarnya. Pada saat bukaan diafragma disetting, diafragma pada lensa tidak seketika menyesuaikan dengan settingan yang ditetapkan. Bukaan diafragma baru menyesuaikan settingan yang ditetapkan tepat pada saat tombol shutter ditekan. Jadi kita baru mengetahui hasil dari settingan diafragma kita pada saat melihat fotonya. Iya kalau kamera digital, bisa melihat hasil jepretan di LCD. Lha kalau kamera film gimana?



Inilah gunanya tombol DOF Preview pada kamera. Setelah kita setting besaran bukaan diafragma pada lensa, arahkan kamera ke subjek yang ingin dipotret, lalu tekan tombol DOF Preview. Maka akan terlihat, kira-kira nanti begitu hasil DOFnya. Dalam beberapa kasus mungkin akan terlihat lebih gelap. Itu karena kita menyetting bukaan diafragmanya lebih kecil (angka lebih besar). Untuk itu, kita bisa melakukan beberapa penyesuaian dengan setting shutter speed, ISO, atau lampu flash.

Akan tetapi ada beberapa kamera yang tidak memiliki tombol DOF Preview. Seperti yang saya contohkan disini adalah Canon EOS 1100D. Lalu bagaimana caranya melakukan DOF preview pada 1100D?

Ada cara mudah untuk membuat kamera 1100D ini (atau kamera DSLR lain, menyesuaikan) memiliki fungsi DOF Preview, yaitu dengan membuat tombol SET menjadi fungsi DOF Preview. Caranya:
    1. Tekan tombol menu, cari Custom Function (C.Fn)
    2. Tekan tombol arah kanan terus sampai angka 8 (angka dalam kotak di kanan atas LCD)
    3. Tekan SET
    4. Pilih nomor 5 (Depth-of-field Preview)
    5. Tekan SET
    6. Selesai
Kalau sudah, maka tombol SET akan berfungsi seperti tombol DOF Preview. Tenang saja, ini nggak akan mengganggu operasional kamera lainnya kok.

Canon EOS 1100D Kit + Tamron AF 70-300mm F/4-5.6 Di LD Macro 1:2

Alhamdulillah, akhirnya keturutan juga punya kamera DSLR. My first photography gear: Canon EOS 1100D Kit (lensa bawaan Canon EF-S 18-55mm IS II) & Tamron AF 70-300mm F/4-5.6 Di LD Macro 1:2. Sekalian sama filter UV, cleaning kit, & tasnya. Baru tadi siang terbeli, hehe.

Kenapa pilih produk tersebut? Jawabannya simpel: budget mepet! 😀

Lagian saya juga hanya pehobi fotografi, bukan sepenuhnya menjadi fotografer profesional yang cari duit dari potret kiri kanan. Jadi equipment ini saya kira cukup untuk memenuhi hasrat saya, hehehe. 

Keputusan saya membeli EOS 1100D & Tamron AF 70-300mm karena kedua produk tersebut cukup bagus menurut saya setelah melihat-lihat review di internet, dan sesuai dengan kebutuhan saya. Saya butuh DSLR dengan kualitas video yang juga bagus, selain kualitas fotonya. Menurut beberapa teman, saya disarankan untuk memilih Canon. Dan karena budget mepet, akhirnya keputusan jatuh kepada Canon 1100D.

Kemudian untuk lensanya, Tamron AF 70-300mm, lebih karena focal length-nya yang panjang aja. Apalagi bisa macro juga. Dan harganya cukup terjangkau pula untuk kemanpuan yang saya pikir lebih dari harganya.

Berikut ini beberapa contoh foto hasil jepretan saya dengan Canon EOS 1100D, lensa Tamron AF 70-300mm & lensa Canon EF-S 18-55mm IS II.

Klik untuk melihat lebih besar.
[flickr_set id=”72157641903576044″]