Arsip Tag: internet

Remaja, Internet, dan Privasi

Internet dapat dikatakan sebagai tempat paling sibuk di dunia. Tanpa mengenal waktu, kegiatan di internet terus bergulir. Bahkan menurut  Go-Globe.com, hanya dalam tempo 60 detik, lebih dari 695.000 status di jejaring sosial Facebook diperbarui di samping 79.364 kiriman di dinding dan munculnya lebih dari 510.000 komentar, lebih dari 13.000 jam streaming musik diputar di Pandora, lebih dari 370.000 menit panggilan dilayani oleh server Skype, sekitar 168 juta e-mail terkirim, lebih dari 98.000 kicauan terjadi di Twitter dan muncul lebih dari 320 akun Twitter baru, lebih dari 6.600 gambar baru diunggah di Flicker, terdapat 694.445 query pencarian lewat mesin pencari Google, dan lebih dari 600 video baru muncul di Youtube dengan total durasi mencapai lebih dari 25 jam. Belum lagi dengan lebih dari 13.000 aplikasi iPhone yang diunduh. Semua peristiwa di dunia maya itu menarik karena terjadi secara bersamaan hanya dalam waktu 60 detik.

Internet merupakan sebuah teknologi yang dapat menghapus batas ruang dan waktu. Tak ada batasan wilayah atau negara di internet. Dan internet juga hampir tidak memiliki aturan yang mengatur bagaimana seseorang harus menggunakannya. Sehingga setiap orang dari mana saja, dengan latar belakang dan kepentingan yang beragam dapat menggunakan dan menghuni internet sesuka mereka. Karena bebasnya dunia internet inilah maka kita perlu mengetahui dan mempelajari bagaimana beretika di dunia internet agar segala yang kita lakukan di dunia maya ini tidak sampai merugikan pihak lain sesama pengguna teknologi internet.

Dalam kesempatan ini, saya akan mencoba untuk membahas bagaimana hubungan antara internet, remaja, dan sedikit menyinggung tentang masalah privasi dalam berinternet.

Tak dapat dipungkiri, internet sudah merupakan kebutuhan di era ICT (Information, Communication, & Technology) seperti saat ini. Telah banyak orang yang menggunakan, atau setidaknya mengenal atau setidaknya mendengar kata ‘internet’. Mulai anak-anak sampai orang tua, mulai CEO sampai tukang cabut rumput, segala tingkatan usia dan strata sosial telah mengenal internet. Bahkan dalam salah satu iklan provider seluler, ndeso apabila tidak mengenal internet.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Yahoo! Indonesia dan TNS Indonesia, seperti yang diberitakan oleh DetikInet, 64% pengguna internet di Indonesia adalah remaja dengan rentang usia antara 15-19 tahun1. Dan menurut survey yang lain (saya lupa siapa yang melakukan suvey), utilitas penggunaan internet terbesar di Indonesia adalah untuk social networking. Dan sebagian besar pengguna social networking adalah remaja.

Ber-social network bagi sebagian besar remaja memang mengasyikkan. Bagaimana tidak, disana para remaja bisa mengekspresikan diri, bisa membuat dirinya diperhatikan orang banyak, bisa bertemu dengan kawan-kawan lama, berbagi, dan lain sebagainya. Dan pada dasarnya memang salah satu sifat remaja masa kini adalah ingin selalu diperhatikan orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mengekspresikan diri di dunia jejaring sosial. Tapi ada satu hal yang jarang diperhatikan remaja terutama di media jejaring sosial, yaitu masalah identitas diri.

Internet merupakan dunia tanpa batas. Di internet, tidak ada batasan wilayah atau negara. Dan di internet, batas privasi seseorang menjadi kabur juga. Demi mengekspresikan diri agar diperhatikan banyak orang, banyak remaja yang tanpa sadar mengumbar identitas dirinya. Alamat, nomor telepon, email, tempat sekolah, tempat kerja, merupakan identitas yang biasa dipublish di media-media jejaring sosial. Selain itu, foto-foto aktivitasnya dipublish juga. Sementara aktifitas saat ini dan tempat dimana sedang berada juga dipublish lewat status atau tweet. Akhirnya, batas-batas privasi menjadi semakin kabur.

Dengan status atau tweet terbaru, dapat diketahui current activity dan current location seseorang. Dengan informasi identitas, dapat diketahui nama, alamat, nomor telepon, sekolah, kantor tempat bekerja (sekaligus dapat menggambarkan rata-rata penghasilan dan strata sosialnya), minat, dan lain sebagainya. Tentunya hal ini akan berbahaya jika ada orang yang beriktikad buruk memanfaatkan identitas-identitas terbuka itu untuk kepentingan pribadinya.

Contoh kasus yang saya ingat (tapi saya lupa sumbernya, & mohon maaf apabila ada kesalahan dalam menceritakan kasus ini), adalah kasus pencurian identitas seorang pengguna jejaring sosial.

Seorang remaja putri mempublish foto-foto liburannya bersama kawan-kawannya di sebuah media jejaring sosial. Foto-foto tersebut merupakan foto saat dia dan kawan-kawannya berenang, sehingga pakaian yang dikenakan pun cukup terbuka. Sementara itu, ada seorang oknum yang berniat buruk. Dia mengunduh foto-foto si remaja putri itu lalu membuat sebuah blog tentang (maaf) wanita panggilan, dan mempublish foto-foto tersebut. Dengan nomor telepon yang terdapat di informasi profil si remaja putri, si oknum juga memasang nomor telepon dan tarif per malamnya.

Masih banyak pula kita dapati kisah-kisah menyedihkan yang bermula dari internet, terutama media jejaring sosial karena terlalu mengumbar identitas. Seperti penculikan, pembunuhan, hamil diluar nikah, dan lain sebagainya. Dari internet juga, terjadi penurunan kualitas moral dan prestasi remaja-remaja masa kini.

Internet juga bisa membawa dampak besar bagi sebuah negara. Mesir contohnya. Revolusi mesir bermula dari sebuah page di salah satu jejaring sosial yang didirikan untuk silent demo. Dari sini si penbuat page menggalang massa yang akhirnya menjadi demo terbesar di Mesir yang diikuti oleh seluruh rakyat Mesir.

Selain itu, internet juga bisa memberikan manfaat yang luar biasa besar apabila memang digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Berkomunikasi menjadi mudah, berbagi dengan orang lain menjadi lebih mudah, banyak ilmu yang bisa kita ambil dari internet, dan masih banyak lagi manfaatnya. Bahkan dengan teknologi internet, nyawa seseorang bisa terselamatkan.

Teknologi memang bagaikan pisau. Tergantung siapa yang menggunakan dan untuk kepentingan apa dia menggunakannya. Jika digunakan untuk hal yang bermanfaat, maka bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa. Sebaliknya, jika digunakan untuk mencelakakan orang, maka dampaknya pun bisa luar biasa.

Gunakanlah teknologi dengan bijak. Sadari segenap potensi yang ada dalam sebuah teknologi, baik potensi positif atau potensi negatif. Gali potensi positif sebanyak-banyaknya, dan tangkal potensi negatif dengan langkah yang benar. Dan jangan sampai kita merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sekian, semoga bermanfaat.. 🙂

Menggunakan Blogger dengan Domain Sendiri

Pada saat kita mendaftar ke Blogger, format URL yang diberikan pertama kali adalah [username].blogspot.com atau [username].wordpress.com. Tentunya bagi sebagian orang akan tampak nggak keren karena masih menggunakan embel-embel blogspot.com atau wordpress.com. Nah, supaya tampak lebih ‘wah’, sebagian orang ingin menggunakan domain sendiri.

Untuk dapat menggunakan blog dengan domain sendiri, ada dua cara. Yang pertama adalah dengan membeli domain + webhostingnya kemudian menginstall WordPress atau blog lain di servernya. Yang kedua, tentunya lebih murah, adalah dengan membeli domain saja, kemudian dengan sedikit setting di provider blog (Blogger atau WordPress) untuk dapat menggunakan Blogger atau WordPress dengan domain sendiri.

Yang akan saya bahas pada tulisan ini adalah bagaimana cara menggunakan Blogger dengan domain sendiri. Karena untuk WordPress, saya lebih suka menggunakan self-hosted daripada menggunakan wordpress.com.

1. Mendaftar Domain

Untuk memiliki domain sendiri, tentunya kita harus mendaftar. Banyak layanan-layanan registrar domain yang bisa kita gunakan. Biaya per tahunnya pun bervariasi, antara 70.000 rupiah, hingga 150.000 rupiah per tahun. Tergantung nama top-level domain yang dipilih dan tergantung penyedia layanannya juga. Salah satu penyedia layanan webhosting yang juga melayani registrasi domain yang bagus, murah, dan pelayanannya memuaskan menurut saya adalah Jetdino.

2. Setting di Blogger

Setelah kita memiliki nama domain sendiri, maka kita perlu untuk menghubungkan domain yang kita miliki dengan Blogger. Tahap pertama adalah melakukan setting di Blogger.  Setelah login ke Blogger, masuk ke bagian Setting. Di bagian Publishing, klik +Add a custom domain. Sebenarnya dari situ kita dapat langsung mengetikkan domain, tapi domain yang diketikkan disitu merupakan domain yang akan didaftarkan di Google dengan biaya USD10 per tahun. Tentunya membayarnya juga harus ke Google. Tapi karena kita telah memiliki domain sendiri yang telah kita daftarkan di tahap pertama tadi, maka klik Switch to advanced setting. Disitu kita bisa langsung ketikkan nama domain kita, misalnya namadomain.com. Di pilihan Use a missing files host? silahkan pilih No saja. Pilih Yes jika kita memiliki webhosting di domain yang sama, dan kita menggunakan subdomain dari domain kita untuk meletakkan file-file blog kita, dan membiarkan Blogger mencari ke subdomain kita bila ada missing files. Kemudian klik Save untuk menyimpan setting kita.

3. Setting di Domain Manager  

Setelah melakukan setting di Blogger, saatnya kita mengarahkan domain kita ke Blogger. Setelah login ke domain control panel yang disediakan oleh layanan registrar tempat kita mendaftar pada langkah 1, maka cari pengaturan untuk CNAME atau kalau di cPanel adalah Simple DNS Zone Editor. Setelah ketemu, tambahkan CNAME record dengan name www dan CNAME ghs.google.com.
Setelah kita selesaikan tiga langkah mudah tadi, maka ketika kita mengetikkan alamat http://www.namadomain.com maka akan lari ke blog kita di Blogger.

Bagaimana jika kita ingin menggunakan subdomain saja untuk Blogger?

Untuk menggunakan subdomain, caranya juga cukup mudah. Di langkah kedua di atas, maka kita isikan alamat subdomain kita. Misalnya blog.namadomain.com. Kemudian di langkah ketiga, saat setting CNAME, maka field Name kita isikan blog, dan field CNAME tetap ghs.google.com.

Tips & Trik Mendongkrak Kecepatan Internet

Semua pengguna internet pasti merasa kesal ketika kecepatan koneksinya lemot alias lambat. Bahkan dalam beberapa kejadian, untuk chatting aja bisa terputus. Berikut ini ada sejumlah tips untuk sedikit mendongkrak kecepatan berinternet tanpa menggunakan tool alias manual untuk kebutuhan browsing, cek email, chatting, dan bahkan utuk download:

Cara 1: Menggunakan Google Public DNS

Google Public DNS merupakan produk terbaru dari Google yang diumumkan secara resmi pada hari Kamis, 3 Desember 2009 melalui blog resmi milik Google (selengkapnya dapat dibaca pada artikel Google Public DNS: Kecepatan dan Privasi Berinternet). Layanan ini menawarkan cara alternatif untuk meningkatkan kecepatan akses secara signifikan dan menjaga privasi kita ketika kita berselancar. Untuk menggunakan layanan ini, kita cukup melakukan setting pada bagian Network Connections dengan mengganti alamat DNS ke 8.8.4.4 dan 8.8.8.8 (saya sarankan menggunakan 8.8.4.4 sebagai preferred karena waktu respon ke alamat ini lebih kecil daripada 8.8.8.8, sehingga responnya lebih cepat)

  1. Buka Control Panel
  2. Pilih Network Connection 
  3. Pilih koneksi yang akan dikonfigurasi dengan Google Public DNS, klik kanan, dan pilih Properties
  4. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) (dalam Windows Vista dan Windows 7, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)
  5. Klik Propreties
  6. Pilih Use the Following DNS Server Addresses
  7. Isikan Preferred DNS Server dengan 8.8.4.4, dan Alternate DNS Server dengan 8.8.8.8
  8. Klik OK
  9. OK lagi
Sekarang, kita sudah dapat menggunakan layanan Google Public DNS.

Cara 2: Menonaktifkan pembatasan bandwidth oleh Windows

Pada dasarnya, Windows memberlakukan pembatasan bandwidth koneksi internet sebesar 20% dari total bandwidth yang ada. Jadi, untuk sedikit mempercepat koneksi internet, kita bisa menonaktifkan pembatasan bandwidth tersebut.

  1. Klik Start – Run
  2. Ketik gpedit.msc dan klik OK
  3. Window Local Group Policy Editor akan terbuka
  4. Pada Computer Configuration, buka Administrative Templates – Network – QoS Packet Scheduler
  5. Klik dua kali pada Limit Reservable Bandwidth
  6. Setelah window Limit Reservable Bandwidth terbuka, ubah setting menjadi Enabled
  7. Pada Options ubah nilai Bandwidth limit (%) menjadi 0
  8. Klik OK
  9. Restart komputer
 Trik ini hanya berlaku untuk komputer barbasis Windows dan berlaku untuk semua browser.

Cara 3: untuk pengguna modem analog

  1. Buka Control Panel
  2. Pilih Network Connection
  3. Pilih modem mana yang akan dikonfigurasi, klik kanan, dan pilih Properties
  4. Pilih modem dan klik Configure
  5. Pada tab General, ubah Maximum Speed menjadi 115200
  6. Pindah ke tab Connection dan klik tombol Port Setting
  7. Pada kotak dialog Advanced Port Setting, centang pada Use FIFO buffers. Kemudian ubah Receive Buffer menjadi 14 dan Transmit Buffer menjadi 16, lalu klik OK
  8. Klik Advanced, centang pada Use Flow Control. Kemudian pilih radio button Hardware. Pada bagian Extra Setting, isi dengan &C1&D2E1Q0V1X4%C0 S7=55 S11=55 S0=0.
Ada cara lagi:
  1. Buka Device Manager
  2. Pada bagian Ports (COM & LPT), pilih port yang digunakan oleh modem kita, klik kanan, dan pilih Properties
  3. Buka tab Port Settings, pilih 921600 pada bagian  Bits per second
 Ada cara yang lain lagi:
  1. Buka file system.ini yang terletak dalam C:Windows
  2. Pada bagian [386nh], tambahkan dengan COM1Buffer=16384. Ubah COM1 dengan port yang digunakan oleh modem kita.

Google Public DNS: Kecepatan dan Privasi Berinternet

Google Public DNS adalah salah satu produk terbaru Google yang diumumkan secara resmi pada hari Kamis, 3 Desember 2009 melalui blog resmi Google. Layanan Google Public DNS menawarkan cara alternatif untuk menjelajahi dunia maya dengan jaminan kecepatan dan jaminan privasi yang bisa diandalkan.

Banyak orang yang mempertanyakan tentang privasi seseorang ketika mengakses situs google, tentang bagaimana search engine terbesar ini mengumpulkan data orang, dan apakah data itu akan digunakan untuk tindakan kejahatan? maka dengan google Public DNS akan menjawab semuanya.

DNS yang merupakan bagian istilah dari nama domain merupakan suatu pengarah bagi perselancar website ketika mengetikkan alamat URL-nya melalui web browser.

Ketika kita mengetikan “afiful.blogspot.com” maka sistem DNS akan mengarahkan kita ke server “blogspot.com”, dan segala data yang tersedia dari server tersebut akan diberikan kepada kita dalam web browser.

Google Public DNS untuk Kecepatan Akses Internet

Saat ini sebuah halaman web bisa jadi lebih kompleks. Ketika client membuka satu halaman web yang agak kompleks, bisa jadi client tersebut harus melakukan beberapa pencarian DNS hanya untuk membuka satu halaman saja. Rata-rata pengguna internet melakukan ratusan pencarian DNS setiap harinya. Dan itu tentunya akan memperlambat pengalaman browsing kita dan sangat membebani infrastruktur DNS yang ada.

Karena mesin pencari Google telah melakukan penjelajahan web setiap hari dan melakukan proses caching informasi DNS, maka layanan ini tepat untuk mempercepat pengalaman berinternet kita. Karena untuk membuka satu halaman saja, kita dapat mengandalkan hanya satu DNS server untuk melayani pencarian-pencarian DNS, sehingga mengurangi waktu pencarian dan mempercepat penampilan sebuah halaman.

Beberapa kelebihan menggunakan Google Public DNS:

  • Speed up your browsing experience.
  • Improve your security.
  • Get the results you expect with absolutely no redirection.

Google Public DNS dan Privasi

Hal apa sebenarnya yang dilakukan oleh google ketika merekam segala kegiatan yang kita lakukan dengan layanan Google Public DNS?

  • Alamat IP kita memang direkam, namun Google sendiri telah mengklaim bahwa data kita tidak pernah disimpan lebih dari 24-48 jam, dan data itu sendiri dikumpulkan dengan alasan semata-mata hanya untuk tujuan identifikasi masalah-masalah teknis dan membantu melindungi kita dari berbagai serangan yang mungkin berdampak negatif.
  • Google menjamin data identitas pribadi kita, dan Google menjamin bahwa data privasi tentang diri kita tidak pernah akan dikumpulkan.
  • Alamat tempat tinggal kita akan disimpan untuk tujuan debugging, dan meningkatkan pengalaman Google Public DNS. sebagian besar informasi itu dibutuhkan selama lebih kurang 2 minggu, dan informasi lain dari sesi ini dijanjikan tidak akan dikumpulkan oleh pihak Google.
  • Situs yang kita akses memang akan disimpan. Tapi Google tidak akan mengidentifikasi data dan tentang diri kita.
  • Secara umum Google Public DNS juga menerapkan kebicakan privasi publik, dan hal tersebut kita bisa baca selengkapnya melalui layanan kebijakan publik google.

Untuk lebih lengkapnya, kita bisa melihat dokumentasi dari Google Public DNS.