Arsip Tag: catatan

Detik-detik Lepasnya Timor Timur dari Indonesia

Tulisan dengan judul asli “Menit-menit yang luput dari catatan sejarah Indonesia” ini sengaja saya copas dari blog penulisnya, Kafil Yamin, agar semakin banyak catatan tentang fakta ini. Fakta tentang kebodohan penguasa-penguasa kita yang hingga ini masih saja bodoh.

Pengantar:

Bukanlah maksud saya hendak mengutik-ngutik ‘nasi yang sudah menjadi bubur’ dengan tulisan ini. Semata-mata saya bersaksi. Kesaksian harus disampaikan, betapapun tidak populernya. Betapapun terpinggirkannya. Kebetulan saya saksi. Saksi harus bicara.

Atau, kalau kata ‘kesaksian’ terdengar teralu resmi. Ya sudah, saya menuliskan sebuah kenangan saja. Namun lebih dari itu semua, saya merasa ada pelajaran sangat berharga dari beberapa saat di masa lalu ini. Dan saya ingin orang-orang muda Indonesia belajar sesuatu dari ini.

‘Nasi sudah menjadi bubur’ yang saya maksud adalah Timor Timur, yang sekarang bernama Timor Leste.

SAYA dikirim kantor berita saya, the IPS Asia-Pacific, Bangkok, pada tanggal 28 Agustus 1999, untuk meliput ‘Jajak Pendapat Timor-Timur’ yang diselenggarakan UNAMET [United Nations Mission in East Timor], 30 Agustus 1999.

Jajak pendapat itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah referendum, adalah buah dari berbagai tekanan internasional kepada Indonesia yang Lanjut membaca

6th Position, Not So Bad for Debut

Tahun 2013 adalah tahun dimana saya ikut kompetisi Imagine Cup untuk pertama kali, mungkin juga untuk terakhir kali mengingat saya adalah mahasiswa tingkat akhir. Sedangkan Imagine Cup adalah student competition.

Imagine Cup adalah student technology competition yang diselenggarakan oleh Microsoft. Final tahun ini berlokasi di St. Petersburg, Rusia.

Dalam kompetisi ini, saya ikut dalam sebuah tim yang anggotanya lintas jurusan: 3 jurusan SI, 1 jurusan Multimedia, dan dosen pendamping kami adalah dosen yang kebetulan sedang riset mengenai ABK (anak berkebutuhan khusus), khususnya tuna grahita. Kami mengambil kategori World Citizenship dan membuat aplikasi permainan untuk membantu adik-adik tuna grahita mengembangkan mental dan kemandirian mereka. Kami mulai bekerja kira-kira sejak akhir Februari 2013 dengan deadline tanggal 15 Maret 2013.

Tahap pertama, kami merancang tampilan aplikasi permainannya dulu, termasuk gambar background, serta gambar-gambar lain yang akan digunakan dalam permainan tersebut.

Tahap kedua, kami mulai membangun permainannya. Kami menggunakan Construct2 untuk membangun permainannya.

Tahap ketiga, testing. Kami mengujicobakan aplikasi permainan yang kami beri nama InLife ini kepada adik-adik tuna grahita di SLB Al-Azhar Sidoarjo. Dari sana, kami mendapatkan beberapa poin perbaikan.

Tahap keempat dan terakhir, kami kembali memperbaiki InLife dan menambah beberapa jenis permainan. Setelah itu, kami mulai membuat video untuk submission.

Dalam waktu 3 minggu kami harus menyelesaikan 4 tahap itu. Mepet memang, mengingat 2 dari kami dengan menyelesaikan TAnya, dan 2 lainnya masih padat kuliah. Kami bekerja dengan ngebut dan mepet. Berbahaya.. XD

Jadwal Kompetisi

  • 15 Maret Batas pengumpulan overview video
  • 18 Maret Pengumuman 5 besar
  • 23 Maret Semifinal untuk kompetisi Games dan Innovation
  • 24 Maret Semifinal untuk kompetisi Worldwide Citizenship
  • 25 Maret Pengumuman 3 Besar
  • 1 April Batas pengumpulan Story Board untuk 3 besar
  • 10 April Final Indonesia

Kriteria Penilaian

Untuk kategori World Citizenship, pembobotan penilaiannya adalah:

  • 50% impact
  • 30% feasibility
  • 20% execution

Dan tahun ini, para jurinya adalah:

  • 2 Technical Evangelist
  • 1 UX Evangelist
  • 2 IT Consultant
  • 1 Senior Account Technology Strategist
  • 1 Audience Marketing Manager
  • 2 Audience Marketing Associate

Komplit ya, hehehe..

And…

Untuk Imagine Cup tahun ini kami memang belum berhasil masuk Top 5, karena kami ada di posisi ke-6 setelah IT Telkom, ITB, UGM, Binus, dan STMIK AMIKOM Yogyakarta. Bahkan dari total 13 peserta (seluruh kategori) asal perguruan tinggi di Jawa Timur pun hanya 1 yang masuk Top 5. Bukan ITS, bukan PENS, bukan STIKOM, bukan UM, UB, atau UMM. Melainkan Universitas Trunojoyo Madura! Mereka masuk Top 5 untuk kategori Games. Agak mengejutkan memang, hehehe.

1 hal hasil evaluasi pribadi saya atas kegagalan kami masuk Top 5: waktu yang terlalu sedikit untuk mengerjakan project-nya. Sebetulnya gaung Imagine Cup sudah terdengar lama. Hanya saja ide kami baru muncul saat 3 minggu menjelang deadline, setelah rangkaian seminar & workshop Imagine Cup di Surabaya & Malang. Kalau misalnya kami mulai mengerjakan sejak awal gaung Imagine Cup terdengar, maka kami punya banyak waktu untuk 4 hal penting: riset, pengembangan aplikasi, uji coba, dan mendesain video presentasi sebaik mungkin.

Tahun ini adalah pertama kalinya STIKOM ikut Imagine Cup. Dan saya pikir, tak buruk juga mengawalinya dengan posisi ke-6. Semoga tahun depan, STIKOM bisa masuk Top 3 kompetisi Imagine Cup Indonesia, lalu lanjut ke worldwide final…

Move to the Cloud

Setelah berpusing-pusing urusan dengan webhosting company, macem-macem lah masalahnya, akhirnya saya memutuskan untuk memigrasikan blog ini ke ‘awan’.

Saya memilih menggunakan ‘awan’ punya Microsoft, Windows Azure, karena dapat free Windows Azure MSDN Subscription. Selain itu juga karena salah satu aplikasi startup saya sudah jalan di Azure duluan. Jadi, sekalian dijadikan satu di satu wadah.

Sedikit tentang fitur Websites di Windows Azure

Di Windows Azure, ada 3 mode untuk fitur websites: Free, Shared, dan Reserved.

Pada mode Free & Shared, website berjalan di atas lingkungan multi-tenant. Artinya, sumber daya CPU, memory, dan network dipakai bersama-sama dengan website lain. Perbedaannya, Lanjut membaca

Catatan Kunjungan B.J. Habibie ke Garuda Indonesia

Mungkin tulisan ini sudah sering teman-teman baca di internet. Tapi sengaja saya copy ke blog saya ini hanya sebagai catatan..

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Lanjut membaca

9 Pertanyaan Mendasar yang Diajukan oleh Desainer Web kepada Kliennya

Hal yang paling sulit bagi seorang web designer adalah merepresentasikan apa yang diinginkan oleh kliennya sendiri, terkadang klien merasa tidak puas terhadap hasil kerja web designer tersebut. Kadang malah klien meminta lebih dimana melebihi dari kemampuan seorang web designer itu sendiri. Untuk itu ada baiknya sebelum seorang web designer itu mengerjakan proyek dari kliennya, alangkah baiknya terlebih dahulu ditanyakan beberapa hal mendasar di bawah ini kepada klien Anda :

  • Apa yang Anda inginkan dari web Anda? Sebagai seorang web designer, Anda harus mengetahui dengan pasti apa yang diinginkan oleh klien Anda terhadapnya webnya, misalnya apakah klien Anda ingin menjadikan webnya sebagai company profile, jejaring sosial, toko online, portofolio atau sekedar blog saja.
  • Apa saja target audience Anda?Dalam mendesain web, Anda juga harus mengetahui target audience dari klien Anda, misalnya dari segmen usia, Anda tidak mungkin menggunakan warna-warna cerah dan banyak animasi jika web itu ditujukan untuk 30 tahun keatas.
  • Fitur apa sajakah yang nantinya ingin Anda pasang di web Anda? Sebelum datang ke Anda tentunya klien Anda telah memiliki bayangan terhadap web yang akan dibuat mengenai fitur-fiturnya, namun ada juga klien yang belum memiliki bayangan mengenai fitur-fitur yang melengkapi webnya. Tentu Anda juga mampu memberikan bayangan terhadap klien Anda.
  • Bisakah Anda tunjukkan kepada kami web kompetitor Anda? Anda juga dapat meminta klien Anda menunjukkan web kompetitornya, tentunya klien Anda menginginkan webnya lebih baik daripada kompetitornya bukan?
  • Apa saja website favorit Anda? Mengapa? Jangan lupa Anda juga wajib menanyakan, web apakah yang menjadi favorit klien Anda disertai alasannya. Dengan hal itu Anda dapat mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai klien Anda. Misalnya ada klien yang lebih memprioritaskan warna daripada tingkat kesulitan  menggunakan web tersebut begitu juga sebaliknya.
  • Apakah Anda mengerti proses desain web? Hal ini perlu ditanyakan kepada klien Anda, agar klien Anda mengerti bagaimana web tersebut dibuat berdasarkan kreatifitas bukan sekedar rumus biasa. Jadi Anda harus meyakinkan klien terhadap daya imajinasi Anda.
  • Kapan deadline-nya dan berapa budget-nya? Pertanyaan ini cukup penting, Anda harus mengetahui berapa budget yang dimiliki klien Anda dan berapa lama tenggat waktu yang diberikan kepada Anda. Tentunya Anda memiliki standar terhadap hal ini bukan?
  • Apa saja daftar kontak yang Anda miliki? Daftar kontak klien merupakan hal yang cukup penting dalam web nantinya, jadi sebisa mungkin dapatkan kontak klien Anda mulai dari alamat, IM, email, FacebookTwitter dan lain-lain sehingga nantinya klien tersebut semakin mudah dihubungi oleh audiencenya.
  • Dapatkah kami mencantumkan logo atau nama kami? Pertanyaan ini tidak begitu penting, namun ada baiknya juga ditanyakan. Kedepannya nantinya akan bermanfaat buat Anda bukan? Jika sewaktu-waktu ada klien baru yang tertarik dengan web buatan Anda.

Cara Mudah Menghilangkan Pesan Windows Genuine Advantage (WGA) pada Windows XP

Buat temen-temen pengguna windows XP non-original (kasarannya: bajakan, hhee) yang sering ber-online ria tanpa menonaktifkan automatic update tentu besar kemungkinannya tuk terinfeksi Windows Genuine Advantage (WGA).

Apa itu WGA?

Windows Genuine Advantage (WGA) adalah sistem anti-pembajakan oleh Microsoft yang menyatakan keaslian produk Microsoft Windows dalam jaringan bagi beberapa sistem operasi Microsoft. Windows Genuine Advantage akan menghalangi pengunduhan dari Microsoft Download Center jika sistem operasi tersebut keasliannya tidak dapat diketahui.

Mungkin kalo cuma terhalang untuk download dari Microsoft Download Center sich nggak seberapa masalah ya. Tapi masalahnya, notifikasi dari WGA ini terus muncul berulang-ulang ketika logon dan sangat mengganggu aktivitas komputasi kita.

Ada beberapa cara untuk menghilangkan notifikasi Windows Genuine Advantage (WGA) pada Windows XP. Diantaranya dengan 2 cara berikut, yaitu dengan menggunakan WGA Remover dan cara manual.

Untuk cara yang pertama yaitu menggunakan software Remove WGA, temen-temen bisa mendownloadnya disini.

Untuk cara yang kedua yaitu menghapus secara manual, bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

  • Buka registry editor (Run -> regedit).
  • Cari key: HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftWindows NTCurrentVersionWinlogonNotify
  • Delete folder ‘WgaLogon’ dan semua isi nya
  • Restart Windows XP-mu
  • Masuk ke safe mode dengan menekan F8 saat booting
  • Hapus file-file berikut :
    C:WINDOWSsystem32WgaLogon.dll
    C: WINDOWSsystem32WgaTray.exe
    C:WINDOWSsystem32LegitCheckControl.dll

  • Jangan lupa menonaktifkan automatic updatenya. Klik kanan MyComputer -> Klik tab Automatic Update -> Pilih Turn Off.

Pengalaman pribadi menggunakan komputer

Saya telah mengenal dan menggunakan komputer kira-kira sejak TK. Ya, pada saat itu saya menggunakannya hanya untuk bermain game tembak-tembakan, hhee. Komputer yang ada pada saat itu merupakan komputer desktop jadul (yang CPUnya tidur di kolong monitor) dengan spesifikasi yang saya sendiri tidak tahu. Setelah TK, saya sudah tidak menyentuh komputer lagi hingga kelas 4 SD. Pada saat itu ayah saya diberi komputer bekas kantor dengan spesifikasi Pentium 1, 128MB RAM dan 10GB HDD. Saya sendiri banyak menggunakannya hanya untuk mengetik dan mendengarkan musik (saya mulai tidak suka main game). Lulus SD saya hijrah menuntut ilmu di Singosari. Otomatis saya tidak pernah menyentuh komputer kecuali di warnet. Baru pada saat saya kelas 3 SMP, saya mendapat amanah menjadi video editor dan digital sound engineer untuk bagian produksi di pesantren tempat saya menuntut ilmu. Sejak itu saya mulai menyentuh komputer lagi.

Lulus SMP saya melanjutkan ke SMKN 1 Singosari mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak atau Software Engineering. Pertengahan kelas X SMK saya mampu membeli laptop sendiri dari hasil lomba. Spesifikasi laptop saya waktu itu adalah AMD Sempron 2.8, 512MB RAM dan 40GB HDD. Lumayanlah untuk membantu saya mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Pengalaman menggunakan komputer paling banyak ya pada saat saya mempunyai laptop sendiri. Pernah gonta-ganti antivirus karena saya sering bereksperimen dengan virus dan sempat terinfeksi sampai parah. Laptop mati total juga pernah. Yang namanya kehilangan seluruh data juga telah saya alami sehingga saat ini –alhamdulillah- saya telah sering melakukan backup, restore dan recovery data. Suatu ketika saya ingin upgrade HDD karena dirasa kurang. Saya datang ke service center supaya saya ditolong untuk meng-upgrade HDD. Tapi mereka bilang nggak sanggu dengan berbagai alas an yang menjengkelkan dan nggak masuk akal. Akhirnya saya berinisiatif membeli HDD sendiri di Hi-Tech Mall. Kemudian saya bongkar kompartemen HDD di laptop dan saya ganti HDD lama dengan yg baru. Ternyata proses penggantian ini hanya menyita waktu kurang dari 5 menit.

Lulus SMK, saya dihadiahi laptop baru oleh ayah dengan spesifikasi Core2Duo 2.0GHz, 2GB RAM, dan 250GB HDD. Saya kira ini cukup untuk mengerjakan tugas-tugas saya saat ini sebagai lulusan SMK, mahasiswa STIKOM dan sebagai pembina salah satu ekstrakulikuler di sekolah saya dulu…