Arsip Kategori: Other

Setup Awal Raspberry Pi 2 Model B

Beberapa hari yang lalu, Raspberry Pi 2 model B pesanan saya telah tiba di rumah. Berikut ini catatan saya tentang setup awal Raspberry Pi 2 model B.

Sistem Operasi

Ada beberapa sistem operasi yang dapat diinstall pada Raspberry Pi:

  • Raspbian (berbasis Debian)
  • Arch Linux ARM
  • OpenELEC
  • Pidora (berbasis Fedora)
  • Raspbmc (media center, berbasis XBMC)
  • Minepeon
  • Kali Linux
  • OpenWrt for Raspberry Pi
  • Raspberry Digital Signage
  • RISC OS Pi
  • Dll.

Saya sendiri menggunakan Raspbian.

Berikut langkah instalasinya:

  1. Siapkan micro SD card dengan minimum class 6 dan kapasitas 2GB, hubungkan ke PC/laptop.
  2. Download Raspbian di https://www.raspberrypi.org/downloads/raspbian, ekstrak,
  3. Download Win32DiskImager di http://sourceforge.net/projects/win32diskimager, jalankan.
  4. Browse file image Raspbian.
  5. Pilih drive letter micro SD card.
  6. Klik [Write]

Setelah selesai, pasang micro SD card pada unit Raspberry Pi 2 Model B. Pasang monitor & keyboard, power adaptor, lalu hidupkan. Biarkan dia booting sampai selesai.

Konfigurasi Awal

  1. Login dengan user pi dan password raspberry.
  2. Gunakan sudo raspi-config untuk konfigurasi awal. Silahkan lakukan konfigurasi sesuai keinginan. Anda dapat melakukan konfigurasi untuk:
    • Expand filesystem agar seluruh space micro SD card dapat digunakan oleh OS.
    • Mengubah password.
    • Boot ke console atau ke GUI.
    • Pilihan internasionalisasi (bahasa, lokasi, keyboard layout)
    • Penggunaan Pi Camera.
    • Overclock.
    • Mengubah hostname.
    • Memory split (system/GPU).
    • Menghidupkan SSH server.
    • dll.
    • <Finish> jika sudah selesai mengonfigurasi.
  3. Mengubah username:
    1. Beri password untuk user root:
      sudo passwd root
    2. Logout, dan login kembali sebagai root.
    3. Ubah username pi:
      usermod -l usernamebaru pi
    4. Buat home directory usernamebaru:
      usermod -m -d /home/usernamebaru usernamebaru
    5. Logout, login kembali sebagai usernamebaru.
    6. Pastikan bahwa usernamebaru dapat melakukan sudo.
    7. Jika usernamebaru telah dapat melakukan sudo, kita dapat menonaktifkan root demi keamanan:
      sudo passwd -l root
  4. Jika sudah selesai semua, reboot.

Sekian. Kalau ada yang ingin didiskusikan, silahkan tinggalkan komentar.. 🙂

Semoga bermanfaat.. 🙂

Mencicipi Windows 10 Technical Preview

Windows-10-Technical-Preview-1024x575Windows 10 adalah sistem operasi terbaru dari Microsoft yang versi Technical Preview-nya baru saja dibuka untuk umum tanggal 1 Oktober 2014 kemarin. Dengan sistem operasi terbaru ini, Microsoft disebut-sebut ingin menjembatani seluruh perangkat (PC, laptop, tablet, dan smartphone) menjadi satu sistem operasi, satu platform, dan satu ekosistem developer.

Start Menu

Saya baru sempat mencoba Windows 10 Technical Preview dua hari setelah hari peluncurannya. Kesan pertama kami mencobanya adalah tentang Start Menu-nya.

Setelah melalui proses booting, kita akan langsung disuguhi pemandangan desktop yang familiar: taskbar dengan tombol start di bawah, dan Recycle Bin di pojok kiri atas.

Pada Windows 10 Technical Preview, ketika tombol Start diklik, yang muncul adalah Start Menu seperti pada Windows Classic hingga Windows 7. Bukan Start Screen seperti pada Windows 8 dan Windows 8.1. Hal ini tentunya akan menjadi kabar baik bagi pengguna yang sejak lama terbiasa dengan Start Menu daripada Start Screen. Walaupun hal ini juga membuat Microsoft terkesan plin-plan.

Start Menu yang muncul di Windows 10 Technical Preview ini tampak seperti gabungan antara Start Menu versi Windows 7 dan Start Screen versi Windows 8.1. Jika Anda lebih familiar dengan start menu lawas, Anda dapat memilikinya. Dan Anda juga dapat memanfaatkan Live Tile di sebelahnya untuk menampilkan informasi-informasi yang berguna, seperti: status inbox (email), agenda (kalender), cuaca, update jejaring sosial, dan lain sebagainya.

start_menu_windows_10

Window

Kesan kedua saat kami mencobanya adalah pada Window-nya. Ketika kita membuka sebuah window, ada visual effect baru yang mengiringi terbukanya window tersebut. Bagi kami, itu adalah pemandangan yang baru & fresh. Selain itu, window juga terkesan sleek dengan tidak adanya border di sisi-sisinya.

Pemandangan baru lagi yang dapat kita jumpai adalah shadow yang terkesan dalam di belakang active window.

window

Virtual Desktop

Saat bekerja dengan Windows 10, Anda dapat meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan Virtual Desktop. Dengan virtual desktop, Anda dapat memiliki beberapa workspaces untuk menghindari sesaknya desktop karena banyaknya aplikasi yang Anda buka. Klik tombol [Task View], dan Anda dapat melihat sekilas aplikasi apa saja yang terbuka, dan Anda dapat membuat beberapa virtual desktop workspace. Anda dapat mengklik [CTRL]+[Windows] untuk berpindah antar desktop.

 

virtual_desktop

Modern Apps Tidak Lagi Full Screen

 

modern_apps

Dan…

Pada akhirnya, satu sistem operasi bagi banyak platform -PC, notebook, tablet, hingga smartphone- memang masih sebatas teori. Kemampuan seperti itu masih belum ditunjukkan oleh Microsoft pada versi Technical Preview ini. Selain itu, masih banyak PR bagi Microsoft untuk memperbaiki Windows 10 yang masih pada tahap Technical Preview ini.

Jika Anda ingin mencoba Windows 10 versi Technical Preview ini, Anda dapat mengunduhnya di http://windows.microsoft.com/en-us/windows/preview-iso

Ini adalah tulisan saya tentang Windows 10 untuk blog Harrisma Wisesajaya.

Windows 8.1 Update (KB2919355) Offline

Windows 8.1 Update (KB2919355) berisi perubahan yang cukup signifikan. Diantaranya, muncul tombol Power & Search di samping foto profil akun Microsoft.

Silahkan klik http://windows.microsoft.com/en-us/windows-8/whats-new untuk melihat apa saja perubahannya.

Sebetulnya, update ini bisa didapatkan melalui Windows Update secara otomatis. Akan tetapi jika karena satu dan lain hal Anda tidak dapat memperolehnya melalui Windows Update, maka Anda bisa mendownloadnya sendiri dan menginstallnya secara manual.

Berikut ini langkah-langkahnya:

Cek Prasyarat

Prasyarat untuk KB2919355 adalah KB2919442. Anda bisa mengecek melalui Control Panel -> Programs -> Programs and Features -> Installed Updates untuk melihat apakah KB2919442 sudah terinstall atau belum.

Jika belum, anda dapat mendownloadnya di http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=42162 dan lakukan instalasi.

Download & Install KB2919355

  1. Klik, sesuai dengan sistem Anda:
  2. Pilih bahasa, kemudian klik Download. Akan ada 7 file yang terdownload.
  3. Setelah semua selesai terdownload, lakukan instalasi secara berurutan:
    1. clearcompressionflag.exe
    2. KB2919355
    3. KB2932046
    4. KB2959977
    5. KB2937592
    6. KB2938439
    7. KB2934018
  4. Mulai langkah kedua, akan ada restart setiap kali install 1 update.
  5. Selesai

Menentukan Arah Kiblat dengan Google Earth

Posisi Indonesia tidak tepat lurus berada di timur Makkah. Sehingga, arah kiblat di Indonesia tidak lurus tepat menghadap ke barat. Oleh karena itu, jika kita ingin sholat dengan benar-benar lurus menghadap kiblat, maka perlu melakukan pengukuran secara khusus.

Untuk menentukan arah kiblat, kompas kiblat dapat digunakan. Tapi akurasinya seringkali diragukan.

Selain menggunakan kompas kiblat, ada juga saat-saat tertentu yang tepat untuk menentukan arah kiblat. Seperti saat matahari tepat di atas Ka’bah (istiwa a’dhom). Tetapi peristiwa ini hanya terjadi dua kali setiap tahunnya. Yaitu setiap tanggal 28 Mei pukul 16.18 WIB, dan tanggal 16 Juli pukul 16.27 WIB.

7

Saat ini, untuk menentukan arah kiblat yang akurat dan dapat dilakukan kapanpun dibutuhkan, kita bisa menggunakan teknologi informasi.

Dalam tulisan ini, kita akan menggunakan software Google Earth untuk menentukan arah kiblat.

Menentukan arah kiblat menggunakan Google Earth sangat mudah. Kita hanya cukup membuat garis antara rumah, masjid, atau apapun yang ingin kita tentukan arah kiblatnya dengan Ka’bah. Selain itu, dengan garis tersebut kita dapat mengukur jarak dan sudut antara rumah kita dengan Ka’bah.

Dalam contoh kasus kali ini, saya akan menentukan arah kiblat untuk gedung BRI Tower Surabaya.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kalau belum punya Google Earth, download di http://www.google.com/earth/, kemudian install.
  2. Buka Google Earth.
  3. Ketik nama kota, atau nama kecamatan diikuti dengan nama kota di kolom pencarian pojok kiri atas, lalu tekan Enter. Saya ketik BRI Tower. Lalu geser dan zoom seperlunya agar tepat pada bangunan yang diinginkan.
  4. Setelah BRI Tower (atau bangunan yang Anda ingin tentukan arah kiblatnya) terlihat, sekarang saatnya membuat garis. Klik Perangkat -> Penggaris (Google Earth berbahasa Inggris menyesuaikan).
    kiblat-gearth-2
  5. Setelah window Penggaris muncul, klik tepat di tengah bangunan.
  6. Setelah melakukan klik di tengah bangunan, saatnya mencari lokasi Ka’bah. Lakukan pencarian di kolom pencarian pojok kiri atasm ketik Makkah. Maka kita akan ‘dibawa’ ke Makkah. 🙂
  7. Setelah ‘tiba’ di Makkah, kita cari lokasi Masjidil Harom & Ka’bah. Lakukan klik-tahan-geser untuk menggeser, lakukan zoom juga hingga Ka’bah benar-benar terlihat jelas.
  8. Klik tepat di tengah Ka’bah.
  9. Setelah langkah 8, kita pun sudah mengetahui sudut kemiringan arah kiblat BRI Tower Surabaya, yaitu sekitar 294.04° (dari arah utara), dan jarak antara BRI Tower Surabaya dengan Ka’bah sekitar 8.564KM.
  10. Selanjutnya, untuk membuat garis itu tetap, maka klik Simpan pada window Penggaris.
  11. Pada window Baru Jalur (seharusnya “Jalur Baru” ya 😀 ), kita bisa memberi nama garis, deskripsi, maupun mengubah warna & ketebalan. Setelah itu, klik Oke.
  12. Setelah itu, kita coba zoom out, sambil geser-geser sedikit, akan terlihat seberapa miring arah kiblat dari Indonesia, dan dari BRI Tower Surabaya khususnya.

Sampai pada tahap ini, kita sudah bisa melihat seberapa kemiringan arah kiblat dari sebuah tempat.

Selanjutnya, gambar tersebut bisa kita simpan dalam format JPG dengan mengklik tombol Simpan Gambar.

Berikut ini hasil simpannya:

Hotlinking File dari Google Drive

gdriveSaya pernah berpikir, “daripada menaruh image untuk website atau menaruh file untuk didownload pembaca di server sendiri, mending ditaruh di cloud storage“.

Benar juga. Meletakkan file image atau file-file lainnya di cloud storage untuk diakses dari website kita itu banyak keuntungannya. Misalnya: Lanjut membaca