Arsip Kategori: Development

Cloud Computing adalah…

Sudah beberapa kali saya berdiskusi tentang cloud computing dengan beberapa teman, juga sudah dua kali saya membawakan materi cloud computing di sejumlah seminar, ternyata masih banyak teman-teman seperguruan saya ~yang notabene sama-sama sekolah di perguruan tinggi TI~ masih belum begitu ngeh tentang cloud computing. Jadi pada tulisan saya kali ini, saya kupas kembali apa itu cloud computing.

Bahasan yang saya tulis dalam tulisan ini meliputi:

  1. Definisi cloud computing menurut NIST
  2. Karakteristik cloud computing
  3. Model layanan cloud computing
  4. Model penerapan teknologi cloud computing

Menurut NIST (National Institute of Standards and Technology), Lanjut membaca

“Download failed. Destination directory for file streaming does not exist”

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan update core Blog Juwall yang menggunakan WordPress dan beberapa plugin yang terpasang di dalamnya. Akan tetapi saat melakukan proses update, muncul error seperti ini:

Download failed. Destination directory for file streaming does not exist.

Ternyata, masalahnya terletak di setting permission pada folder dimana file-file WordPress ditempatkan. Dan karena saya menggunakan Windows Server 2012, maka solusinya adalah Lanjut membaca

HTTPS, SSL, SSL Certificate, dan Konfigurasi SSL di IIS 7

Saat kita berselancar di internet, terkadang kita harus memberikan informasi kita ke suatu website. Misalnya, saat login email, login Facebook, melakukan transaksi di toko online, dan lain sebagainya. Informasi tersebut dapat berupa email, username, password, alamat rumah, nomor rekening, bahkan informasi sensitif seperti detil kartu kredit.

Sementara itu, internet adalah ruang publik. Siapapun bisa berada disana, baik yang berniat baik maupun yang berniat jahat. Sehingga bukan tidak mungkin informasi-informasi yang kita berikan ke suatu website bisa terendus oleh orang lain, terutama oleh orang jahat yang memang berniat mengendusnya untuk niat jahatnya.

Untuk mengantisipasi hal buruk tersebut, Lanjut membaca

Membuat Virtual Host di IIS

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membahas bagaimana membuat virtual host di XAMPP. Kali ini, saya akan membahas bagaimana membuat virtual host di IIS. Fungsinya sama dengan virtual host di XAMPP, yaitu untuk memasang beberapa website sekaligus di satu server, tapi dengan nama domain yang berbeda untuk setiap website.

Pada pembahasan kali ini, spesifikasi yang saya gunakan adalah:  Lanjut membaca

Instalasi IIS (Internet Information Services)

IIS (Internet Information Services) adalah sebuah web server buatan Microsoft yang berjalan di Windows. Kali ini, saya akan membahas bagaimana melakukan instalasi IIS di Windows client (Windows 7, Windows 8, Windows 8.1). Proses instalasi di Windows Server akan agak sedikit berbeda.

Prosesnya instalasinya sangat mudah:

  1. Buka Control Panel -> Programs -> Programs and Features.
  2. Klik Turn Windows features on or off.
  3. Tunggu muncul window Windows Features.
  4. Centang Internet Information Services, dan Internet Information Services Hostable Web Cores.
  5. Klik OK, dan tunggu hingga selesai.
 Nah, sampai pada tahap ini, jika tidak ada error, maka IIS berhasil di install. Kita bisa membuka IIS Manager dengan melalui Run -> inetmgr.

Menginstall IIS dan XAMPP Dalam Satu Server

Jika kita ingin menggunakan IIS dan XAMPP (Apache) dalam satu server, maka port salah satu (Apache atau IIS) harus diubah. Secara default, keduanya menggunakan port 80 untuk protokol HTTP, dan port 443 untuk HTTPS. Dalam kasus ini, saya akan mengganti port default Apache menjadi 8008 untuk HTTP, dan 8009 untuk HTTPS.
  1. Buka httpd.conf, ada di folder xamppapacheconfhttpd.conf
  2. Cari “Listen 80“, ubah ke “Listen 8008
  3. Cari “ServerName localhost:80″, ubah ke “ServerName localhost:8008
  4. Lalu buka httpd-ssl.conf, ada di folder xamppapacheconfextrahttpd-ssl.conf
  5. Cari “Listen 443″, ubah ke “Listen 8009
  6. Cari “<VirtualHost _default_:443>”, ubah ke “<VirtualHost _default_:8009>
  7. Cari “ServerName localhost:443″, ubah ke “ServerName localhost:8009
  8. Restart Apache.

Referensi Web Hosting

Awal bulan April kemarin, saya dimintai tolong untuk membuatkan web sejenis company profile sebuah lembaga pendidikan non-formal dan portal untuk alumninya. Mulailah saya berpetualang untuk mencari referensi web hosting yang murah, tapi fitur dan kualitasnya bagus.

Sebelum membangun website, tentunya kita harus tau dulu nanti websitenya akan seperti apa besarnya dan membutuhkan sumber daya yang bagaimana.

Berikut ini saya gambarkan hal-hal yang perlu kita perhatikan saat memilih web hosting, diantaranya:

  • Sistem operasi. Kalau kita membangun website berbasis ASP atau ASP .NET maka lebih baik kita menggunakan server berbasis Windows. Begitu pula kalau kita membangun website berbasis PHP maka alangkah baiknya kita menggunakan server berbasis Linux.
  • Jatah space dan kuota bandwidth transfer. Ini juga penting. Kalau web yang akan kita bangun itu besar dan kira-kira akan menimbulkan bandwidth transfer yang besar, maka pertimbangkan untuk mencari web hosting dengan jatah space dan bandwidth transfer bulanan yang besar. Syukur-syukur kalau nemu yang bandwidth transfer bulanannya unlimited. Tapi nggak ada yang jatah space-nya unlimited, hhee..
  • Live support. Sebagai calon pelanggan sebuah webhosting, tentunya kita nggak cuma menyewa tempat hosting aja kan. Kita juga butuh dukungan teknis maupun non-teknis dari pengelola hosting. Percuma juga andai kita udah menyewa space hosting, murah, tapi begitu ada masalah kita sulit untuk menghubungi pihak pengelola web hosting.
  • Nah, yang terakhir yang menjadi pertimbangan adalah harga. Setelah kita tau seperti apa website yang akan kita bangun, tentunya kita butuh webhosting yang bisa memenuhi kebutuhan website kita itu. Semakin tinggi kebutuhan kita, tentunya harga yang harus dibayar akan semakin tinggi pula. Itu wajar. Tapi sebisa mungkin kita cari web hosting yang semurah mungkin, tapi bisa memenuhi kebutuhan kita akan resource dan support untuk website kita.
Jika kita menginginkan web hosting yang benar-benar reliable dan berkualitas untuk website penting, pilih aja web hosting yang disediakan oleh ISP seperti layanan hosting dari Telkom atau Biznet, atau ISP lainnya. Mahal memang. Tapi kita dapat value sesuai yang kita bayarkan. Seperti pengalaman saya beberapa tahun lalu, ketika dimintai tolong membuatkan website company profile sebuah firma hukum profesional, saya menggunakan Telkomhosting. Dan memang, apa yang kita dapatkan sesuai dengan yang kita bayarkan.
Nah, untuk yang ingin menyewa web hosting tapi dengan budget terbatas, ada beberapa web hosting yang bisa dijadikan referensi:
  • Jetdino. Ini adalah web hosting yang saya pakai untuk website profil lembaga pendidikan seperti yang saya sebut di atas. Paket starter dengan space 250MB dan bandwidth unlimited dengan harga Rp100,000,- pertahun, saya pikir cukup lah untuk web profil lembaga pendidikan tersebut dan portal alumninya. Selain itu, Jetdino punya live support 24 jam untuk mendukung kliennya.
  • RumahostingRumahhosting meyediakan paket paling murah yaitu Paket Suuuuperrrrrr Murah !! dengan spesifikasi kapasitas disk 175MB dan bandwidth 17.5 GB per bulan. Harga hanya Rp35,000,- per tahun.
  • EazysmartSaat ini Eazysmart memberikan promo untuk paket Bronze dengan kapasitas disk space 200MB dan bandwidth unmetered seharga Rp90,000,- per tahun.
  • Pusathosting.
  • Idwebspace.
  • Idwebhost.
  • Rumahweb.
Untuk informasi lengkapnya, silahkan kunjungi masing-masing websitenya dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Diantara yang saya sebutkan tadi, ada dua yang menyediakan trial hosting, yaitu Idwebhost dan Rumahweb. Jadi kita bisa mencoba fiturnya dahulu sebelum memutuskan untuk menyewa web hosting tersebut.
Semoga bermanfaat.

Salah satu referensi saya dalam berpetualang mencari web hosting ada di sini.

9 Pertanyaan Mendasar yang Diajukan oleh Desainer Web kepada Kliennya

Hal yang paling sulit bagi seorang web designer adalah merepresentasikan apa yang diinginkan oleh kliennya sendiri, terkadang klien merasa tidak puas terhadap hasil kerja web designer tersebut. Kadang malah klien meminta lebih dimana melebihi dari kemampuan seorang web designer itu sendiri. Untuk itu ada baiknya sebelum seorang web designer itu mengerjakan proyek dari kliennya, alangkah baiknya terlebih dahulu ditanyakan beberapa hal mendasar di bawah ini kepada klien Anda :

  • Apa yang Anda inginkan dari web Anda? Sebagai seorang web designer, Anda harus mengetahui dengan pasti apa yang diinginkan oleh klien Anda terhadapnya webnya, misalnya apakah klien Anda ingin menjadikan webnya sebagai company profile, jejaring sosial, toko online, portofolio atau sekedar blog saja.
  • Apa saja target audience Anda?Dalam mendesain web, Anda juga harus mengetahui target audience dari klien Anda, misalnya dari segmen usia, Anda tidak mungkin menggunakan warna-warna cerah dan banyak animasi jika web itu ditujukan untuk 30 tahun keatas.
  • Fitur apa sajakah yang nantinya ingin Anda pasang di web Anda? Sebelum datang ke Anda tentunya klien Anda telah memiliki bayangan terhadap web yang akan dibuat mengenai fitur-fiturnya, namun ada juga klien yang belum memiliki bayangan mengenai fitur-fitur yang melengkapi webnya. Tentu Anda juga mampu memberikan bayangan terhadap klien Anda.
  • Bisakah Anda tunjukkan kepada kami web kompetitor Anda? Anda juga dapat meminta klien Anda menunjukkan web kompetitornya, tentunya klien Anda menginginkan webnya lebih baik daripada kompetitornya bukan?
  • Apa saja website favorit Anda? Mengapa? Jangan lupa Anda juga wajib menanyakan, web apakah yang menjadi favorit klien Anda disertai alasannya. Dengan hal itu Anda dapat mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai klien Anda. Misalnya ada klien yang lebih memprioritaskan warna daripada tingkat kesulitan  menggunakan web tersebut begitu juga sebaliknya.
  • Apakah Anda mengerti proses desain web? Hal ini perlu ditanyakan kepada klien Anda, agar klien Anda mengerti bagaimana web tersebut dibuat berdasarkan kreatifitas bukan sekedar rumus biasa. Jadi Anda harus meyakinkan klien terhadap daya imajinasi Anda.
  • Kapan deadline-nya dan berapa budget-nya? Pertanyaan ini cukup penting, Anda harus mengetahui berapa budget yang dimiliki klien Anda dan berapa lama tenggat waktu yang diberikan kepada Anda. Tentunya Anda memiliki standar terhadap hal ini bukan?
  • Apa saja daftar kontak yang Anda miliki? Daftar kontak klien merupakan hal yang cukup penting dalam web nantinya, jadi sebisa mungkin dapatkan kontak klien Anda mulai dari alamat, IM, email, FacebookTwitter dan lain-lain sehingga nantinya klien tersebut semakin mudah dihubungi oleh audiencenya.
  • Dapatkah kami mencantumkan logo atau nama kami? Pertanyaan ini tidak begitu penting, namun ada baiknya juga ditanyakan. Kedepannya nantinya akan bermanfaat buat Anda bukan? Jika sewaktu-waktu ada klien baru yang tertarik dengan web buatan Anda.