Arsip Kategori: Development

Menggunakan SPF dan DKIM Untuk Menghindari Masuknya Email ke Folder SPAM

Punya email dengan domain sendiri atau domain perusahaan?
Sebel karena email yang Anda kirim sering nyemplung ke folder spam tujuan?

Kalau iya, mungkin Anda lupa melakukan setting DKIM, atau minimal SPF pada domain Anda.

Meski Anda pengguna Office 365, Google Apps, Live Custom Domain, atau Zoho Mail yang berkirim email dari server mereka yang notabene sudah punya reputasi bagus, belum tentu email yang Anda kirim akan selamat sampai di inbox tujuan. Adakalanya akan nyemplung dulu ke folder spam.

Sender Policy Framework (SPF)

SPF adalah sebuah mekanisme validasi email sederhana yang memungkinkan mail server penerima mengecek apakah email yang diterima dari sebuah domain itu dikirim dari server yang diotorisasi oleh pemilik domain tersebut.

Mail server yang diotorisasi oleh sebuah domain didaftarkan pada sebuah domain dalam bentuk TXT record.

Email spam dan phising seringkali menggunakan akun email palsu. Jadi, pengecekan dengan SPF record dapat difungsikan sebagai salah satu mekanisme untuk menghindari spam.

DomainKeys Identified Mail (DKIM)

DKIM mirip seperti SPF, plus memvalidasi bahwa email (termasuk lampirannya) tidak dimodifikasi di tengah jalan. Mekanisme DKIM melampirkan digital signature pada email yang dikirim agar dapat divalidasi oleh mail server penerima dengan public key milik mail server pengirim yang terpublikasi di DNS.

Perbedaan SPF dan DKIM

Mudahnya, SPF memvalidasi hanya ‘amplopn’ya saja (alamat pengirim dan server yang digunakan untuk mengirim), tanpa memvalidasi header dan kontennya.

Sedangkan DKIM, selain memvalidasi ‘amplop’nya, dia juga memvalidasi signature yang terdapat pada header dan konten email.

Berikut ini screenshot Gmail saya yang menerima email dari blog ini melalui Mandrill.

Penjelasan lebih rinci dan bagaimana cara validasi menggunakan SPF dan DKIM akan saya jelaskan di halaman berikutnya.

Halaman: 1 | 2 | 3

OpenCart Admin Display Problem on Microsoft IIS Server

Masalah

Saya melakukan fresh install OpenCart di IIS. Ternyata, setelah melakukan instalasi, ada masalah di tampilan halaman adminnya.

oc-mime-1

Penyebab & Alternatif Solusi

  • Template admin nggak terupload. Coba cek /admin/view/template. Pastikan ada isinya.
  • Masalah di penamaan direktori. Kroscek kembali penamaan direktori dan file config.php di dalam direktori admin.
  • MIME type. Nah, ini penyebab dari masalah yang saya alami. File bootstrap.less tidak ter-load karena MIME .less tidak dikenali secara default di IIS. Jadi, saya harus menambahkan .less dengan MIME type text/css.

oc-mime-2

Default WordPress .htaccess & web.config

# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
   RewriteEngine On
   RewriteBase /
   RewriteRule ^index.php$ - [L]
   RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
   RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
   RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>
# END WordPress
<rewrite>
 <rules>
     <rule name="Main Rule" stopProcessing="true">
         <match url=".*" />
         <conditions logicalGrouping="MatchAll">
             <add input="{REQUEST_FILENAME}" matchType="IsFile" negate="true"/>
             <add input="{REQUEST_FILENAME}" matchType="IsDirectory" negate="true"/>
         </conditions>
         <action type="Rewrite" url="index.php/{R:0}" />
     </rule>
 </rules>
</rewrite>

 

Running PHP-MySQL Application on IIS

Tidak seperti XAMPP/LAMP yang sudah sepaket berisi Apache web server & MySQL database, menggunakan web server yang tidak dikemas dalam sebuah paket seperti IIS, Apache (standalone), Nginx, Lighttpd, membuat kita perlu menginstall komponennya sendiri-sendiri.

Jika kita ingin menjalankan aplikasi PHP-MySQL di IIS, maka langkah-langkahnya secara umum akan seperti berikut: Lanjut membaca