LDR dengan Ubiquiti PowerBeam PBE-M5-400

Ini semua bermula dari tidak adanya koneksi internet di daerah sekitar toko keluarga. Sedangkan koneksi internet sangat dibutuhkan di toko. Padahal daerahnya juga gak ndeso banget. Ada sih, cuma via seluler. Satupun ISP belum ada yang instalasi kabel FO ke daerah situ.

Jadi ada dua alternatif solusi yang saya ajukan ke ayah saya:

  • Pakai modem seluler, atau
  • Bikin koneksi wireless dari rumah ke toko.

Lalu seketika ayah putuskan: “Kita bangun wireless saja. Sekalian kita buat wi-fi untuk akses internet di daerah situ.”


Mulailah saya browsing-browsing untuk mencari radio dan antena apa yang cocok untuk saya gunakan. Akhirnya, keputusan saya jatuh pada produk Ubiquiti PowerBeam PBE-M5-400 yang memiliki spesifikasi:

  • Operating Frequency: 5170-5875 Mhz
  • Antenna Gain: 25 dBi
  • Throughput: 150+ Mbps
  • Range: 25+ Km
  • PoE

Alasan saya memilih frekuensi 5 Ghz adalah, pertama karena frekuensi ini bersifat free to use tanpa harus melakukan pendaftaran ke regulator (DEPKOMINFO). Kedua, karena pengguna 5 Ghz masih sedikit. Perangkat client (smartphone, notebook, smart TV, dll) pun masih sangat jarang yang menggunakan frekuensi 5 Ghz. Jadi minim interferensi karena tidak terlalu crowded.

Dengan jarak rumah-toko yang hanya 2,38 km line-of-sight, mungkin penggunaan produk ini terkesan ‘berlebihan’. Secara fungsional, memang tidak ekonomis. Tapi secara pribadi saya menyukai produk ini karena transmitternya sudah dual-polarity (vertikal-horisontal).

Survey

Saya melakukan survey sederhana dengan bantuan Google Earth untuk menarik garis lurus antara rumah dan toko, sehingga bisa diperkirakan arah hadapnya antena. Dengan Google Earth juga saya dapat memperkirakan profil ketinggian tanah.

Konfigurasi

Konfigurasi saya lakukan sebelum radio dan antena dipasang. Ringkasan konfigurasinya seperti ini:

  • Point1 (rumah): Bridge-AP Mode
  • Point2 (toko): Bridge-Station Mode

Panduan konfigurasi lengkapnya bisa dilihat di https://help.ubnt.com/hc/en-us/articles/205142890-airMAX-Configure-a-Point-to-Point-Link-Layer-2-Transparent-Bridge-

Kamar pecah.

A post shared by M. Afiful Hashif (@elhashif) on

Instalasi

Secara teknis, instalasi PowerBeam sangat mudah. Cukup pasang mounting ke tiang, colok kabel UTP, selesai.

Berikut ini video unboxing PowerBeam dari Intellibeam:

Instalasi pertama (AP) saya lakukan di rumah. Kebetulan langit agak mendung, jadi langsung saja saya hadapkan ke arah yang sesuai dengan garis lurus yang saya dapatkan dari pengukuran di Google Earth.

🎵 Aku di sini dan kau di sana.. 🎶

A post shared by M. Afiful Hashif (@elhashif) on

Instalasi kedua (station) saya lakukan di toko. Dengan posisi AP dan station menyala, saya dapat mengarahkan antena station ke AP dengan lebih mudah. Karena Ubiquiti memiliki antenna alignment tool.

Dengan tool sederhana ini, kita dapat melihat level kekuatan sinyal sambil mengarahkannya. Kita juga dapat menghidupkan bunyi beep untuk memudahkan kita mengarahkan antena.

Done. LDR without worry.. 😁

A post shared by M. Afiful Hashif (@elhashif) on

Setelah pemasangan selesai ini yang saya dapatkan:

Dengan kemampuan antena yang sampai 25+ km, sementara instalasi saya yang hanya 3 km tapi kekuatan sinyal tidak sampai 100%, saya pikir memang perlu adanya optimasi lagi di arah dan ketinggian antena. Tapi meski sinyalnya tidak sampai 100%, saya sudah bisa dapat bandwidth antar site rata-rata diatas 100 Mbps. 🙂

  • selamat malam, maaf mau tanya..
    itu agan pake transmit power berapa ya? saya pake PBE M5 400 kalo menggunakan mode antenna dish transmit power hanya sampai 11db, dengankan kalo mode feed only bisa sampe 25db. mohon info.. terima kasih

    • Malam.
      Betul, kalau pakai antena, transmit power dibatasi hanya sampai 11dbm karena sudah diperkuat oleh antena (ada gain dari antena) sebesar 25dbi.

      Tanpa antena (berarti tanpa gain), transmit power diizinkan sampai maks 25dbm.

      Kalau bingung tentang db, dbm, dbi bisa baca disini: http://www.dslreports.com/faq/14091

    • Purba Kuncara

      Reset ulang powerbeamnya lalu waktu setup awal pilih negaranya UNITED STATE, maka agan nanti akan bisa menggunakan power 25dbm meski pakai antena.

      Tapi menurut pengalaman saya, power besar tidak jaminan bahwa sinyal akan stabil (link quality).

  • Rakha

    Halo Om, saya kan pengen menghubungkan 2 rumah, jaraknnya sekitar 2,4 KM. Sementara kalau pake powerbeam yang ini sepertinya untuk jarak yang lebih jauh, apa ada saran tipe apa yang harus dipakai untuk jarak saya yang cuma segitu? Untuk bandwidth sih saya pengennya bisa sampai sekitar 100 Mbps. Thanks!

    • Ada beberapa opsi yang bisa dipake:
      -AirGrid
      -Bullet M + antena grid
      -LiteBeam

      Untuk AirGrid dan Bullet M, di datasheetnya jelas disebutkan 100Mbps+. Kalau LiteBeam, info terakhir yang saya tahu, harus upgrade firmware ke 5.6.3 beta agar dapat dikonfigurasi sebagai AP mode. Saya kurang tahu tentang versi finalnya.

      Saran saya untuk point to point sebaiknya pakai yg 5ghz.

  • Misbahul Munir

    gan tolong segera
    dengan antena bentuk tertutup gitu kena angin apa aman ?

    • Kekuatannya tergantung sm tower/tiang agan. Kalo tower/tiangnya kuat, kena angin nggak masalah.

      Di tempat saya beberapa kali hujan angin, alhamdulillah aman.

      • Misbahul Munir

        itu pipa besinya berapa meter gan.
        dan ukuran berapa. cz saya lihat difoto itu juga sederhana gan. tapi kog bisa kuat tahan angin dari antena model begitu ya…
        terus untuk transfer rate internetnya bandwithnya tembus berapa itu gan
        apa memuaskan dengan antena powerbeam tsb

        • Kalo ptp jarak 1km, pake nanobeam, litebeam, atau bullet+grid bisa gan.

          Ukuran pipanya saya lupa. 1 atau 2 dim sepertinya. Asal diberi kawat labrang aja aman kok. Disendeni juga gpp..

          Transfer rate internet tergantung sama provider ya.
          Kalo transfer rate ptp pakai antena ini sy bisa dapat rata-rata 80-90Mbps. Itu karena positioning saya memang kurang bagus. Pengukuran elevasinya ndak akurat. Ngasal, hehe. Meski begitu, pernah max sampai 130Mbps.

          • Misbahul Munir

            bullet + grid agak mahal kayaknya gan ya :D, kalo nano jangka panjangnya tidak masuk gan. kalo litebeam ini masih sejajar dengan powebeam cuman katanya kuat powerbeam gan.

            mangkanya masih bingung.,
            bisa dibantu gan pilih kwkwkw.. cz tujuan utamanya :
            PTP share data lokal computer toko dan rumah
            + share bandwith indihome 10mb

          • Bedanya litebeam & powerbeam ini, selain powernya juga polarisasinya. Powerbeam pakai dual polarization..

            Sebetulnya litebeam sih cukup kalau hanya untuk internet 10mbps & file sharing biasa. Kalau mau dibebani traffic yg agak berat seperti CCTV, saya sih rekomen powerbeam.

          • Misbahul Munir

            kalo menurut agan.
            dibanding dengan AIRGRID M5 gimana gan
            cz airgrid antenanya berlubang angin bisa lewat

          • Kalau di tempat agan anginnya lumayan kencang, pakai airgrid akan lebih ringan. Pakai airgrid, meskipun pointingnya agak mbleset (karena angin misalnya) rasanya masih bisa nyambung.

            Tapi kalau agan butuh speed, pertimbangkan yg AC series seperti litbeam ac yg teorinya, katanya, bisa sampai 450mbps (asal agan pakai gigabit switch juga di bawahnya)..

          • Misbahul Munir

            tapi apa air grid itu sanggup bawa bendwit 10mbps gan

          • Kalau lihat datasheetnya bisa. Asalkan minim interferensi & pointingnya bagus.

      • Misbahul Munir

        dibanding PowerBeam M5 yang 23 dBi apa mending yang itu gan ?
        untuk jarak 1km saja

  • Dicki Wahyudi Saputra

    Ini buat apa yah?

    Jelaskan secara sederhana wkwkwkw
    Soalnya saya masih awam

  • uky ayu

    mas, mau nanya plisss di jawab,… di kampung saya blum ada indihomenya, adanya di kampung sebelah jauh sekitar 2,km di ukur dari GOOGLE MAp. saya suda beli PowerBeam PBE-M5-400, 2 buah untuk PtP. yang ingin saya tanyakan di sini apakah setelah di seting dan di kawinkan dengan microtik dan akses point Tp link tl wa901 nd. yang berbeda frequenzi 2,4ghz apakah bisa…tp suda melalui microtik dan di teruskan ke akses point… alurnya seprti ini ( PowerBeam/lan-microtik-akses point 2,4ghz.- laptop/Hp yg suport frequenzi 2,4) supaya g salah beli powerbeamnya.

  • Sant

    gan mau nanya PBE-M5-400 sama NBE-m5-400 bagus mana ya?

  • uky ayu

    mas, saya suda pasang PTP, dengan jarak 1,78 km, tp kenapa sinyalx tidak ketangkap ya,.. tiang .6 m dari tanah.. terhalang bbrapa pohon dan rumah,(mungkin}. apakah POE bawaanx Kurang Daya atau Faktor terhalang dengan bbrapa bangunan…… Apakah Powerbeam ini sinyal sensitif jika terhalang? mungkin ada trik khusus,…
    https://uploads.disquscdn.com/images/1db816e9aca64d2007ac666564c6fa326183eb7d137bceb43a9e8ddb155391ef.png

    • Purba Kuncara

      Sinyal wifi 5.8 GHz itu sangat sensitif terhadap halangan, baik tembok, pohon dll. Daya tembusnya kurang bagus dibanding 2.4 GHz. Jadi upayakan harus LOS, dan pelajari tentang FRESNEL ZONE.

      • uky ayu

        Makasih mas atas infox….