Arsip Bulanan: Juni 2014

“Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan…”

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ (١) وَوَضَعۡنَا عَنكَ وِزۡرَكَ (٢) ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهۡرَكَ (٣) وَرَفَعۡنَا لَكَ ذِكۡرَكَ (٤) فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا (٥) إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرً۬ا (٦) فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ (٧) وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب (٨)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, (1) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (2) yang memberatkan punggungmu? (3) Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (8)


Beberapa waktu belakangan ini ada perasaan sumpek, tertekan, dan galau jadi satu entah kenapa. Bisa jadi, salah satu penyebabnya adalah karena TA yang belum kunjung usai sementara calon mertua sudah menunggu.. #eh.. Bercanda.. 😛

Di tengah perasaan seperti itu, tiba-tiba sering terngiang ayat 5-6 surat Al-Insyirah: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6)“. Lalu aku buka Alquran, aku dalami ayat demi ayat surat ini.

Setelah itu, aku terpaku pada ayat 7-8 “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (8)“.

Merasa seolah ditegur oleh Allah karena sifat malasku yang masih sering muncul. Seolah Allah mengingatkanku untuk terus meningkatkan density dalam berikhtiar menyelesaikan segala urusan dengan segera dan terus berkesinambungan, sambil terus berdoa & berharap kepada Allah. Agar kesulitan-kesulitan yang aku rasakan segera berganti dengan kemudahan…

Diskriminasi

discrimination

Beberapa waktu belakangan ini sedang marak pembahasan tentang penghapusan kolom agama di KTP. Salah satu alasannya, untuk menghindari diskriminasi atas nama agama.

Mari kita fokus ke 1 kata: diskriminasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti diskriminasi adalah:

dis·kri·mi·na·si n pembedaan perlakuan thd sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb);

— kelamin pembedaan sikap dan perlakuan thd sesama manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin; — ras anggapan segolongan ras tertentu bahwa rasnya itulah yg paling unggul dibandingkan dng golongan ras lain; rasisme; — rasial pembedaan sikap dan perlakuan thd kelompok masyarakat tertentu krn perbedaan warna kulit; — sosial pembedaan sikap dan perlakuan thd sesama manusia berdasarkan kedudukan sosialnya;

men·dis·kri·mi·na·si v melakukan atau membuat diskriminasi: di negara kita masih banyak pola tingkah laku sosial yg ~ perempuan

Kalau memang penghapusan kolom agama itu untuk menghindari diskriminasi, saya usulkan ada beberapa kolom juga yang perlu dihapus karena berpotensi menimbulkan diskriminasi:

  • Nama. Kolom nama bisa berpotensi menimbulkan diskriminasi sosial/golongan/suku/kedaerahan. Ada beberapa daerah di Indonesia yang nama orangnya khas, menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan keturunan atau berasal dari daerah tertentu.
  • Tempat lahir, Alamat, dan Kewarganegaraan. Mirip seperti kolom nama, berpotensi menimbulkan diskriminasi kedaerahan. Apalagi jika Anda tinggal di daerah basis supporter kesebelasan yang merupakan musuh bebuyutan kesebelasan kota anda. 😉
  • Jenis Kelamin. Ini juga bisa berpotensi menimbulkan diskriminasi. Kalau tidak menimbulkan diskriminasi, pejuang persamaan gender tak akan mungkin berteriak-teriak.
  • Status Perkawinan. Tidak bergitu berkaitan dengan diskriminasi sih. Tapi ada juga yang bersuara “agama tak perlu dicantumkan karena itu urusan pribadi masing-masing”.
    Ok, kalau kita mengikuti logika itu, kawin gak kawin kan urusan pribadi masing-masing. Mau kawin kek, mau kumpul kebo kek, mau jomblo sampe mati kek, urusan pribadi masing-masing kan. Gak usah dicantumin.
  • Pekerjaan. Pekerjaan terbukti bisa menimbulkan potensi diskriminasi. Pelayanan kepada orang yang pekerjaannya misalnya buruh atau petani biasanya berbeda dengan orang yang pekerjaannya tertulis misalnya TNI. Terutama kalau di kantor pelayanan pemerintahan.
  • Golongan Darah sama seperti Status Perkawinan: urusan pribadi masing-masing. Katanya, jarang dipake. Kalaupun informasi golongan darah dibutuhkan, cukup disampaikan lewat lisan saja.

Begitulah, kalau mengikuti logika mereka yang mendasarkan penghapusan kolom agama pada diskriminasi.

Active Directory Domain Services @ Windows Server 2012

Apa itu Active Directory Domain Services (AD DS)?

Active Directory Domain Services (AD DS) dan services terkait lainnya merupakan tulang punggung infrastruktur TI yang menggunakan sistem operasi Windows. AD DS adalah database yang berisi semua objek domain, seperti user identity, computer account, dan groups. AD DS juga berisi aturan-aturan kebijakan organisasi terkait dengan penggunaan sumber daya TI di dalam lingkup organisasi tersebut.

Komponen AD DS

Physical

  • Domain Controllers (DC). Berisi database AD DS.
  • Data Store. File-file pada setiap DC yang menyimpan informasi AD DS.
  • Global catalog Server. Berisi bagian dari seluruh objek yang ada di forest. Global Catalog mempercepat pencarian objek yang mungkin tersimpan pada DC dengan domain berbeda dalam satu forest.
  • Read-Only Domain Controllers (RODC). DC yang bersifat read-only. Biasanya diinstall di kantor cabang.

Logical

  • Partitions. Bagian dari database AD DS.
  • Schema. Daftar tipe dan atribut yang dapat dimiliki oleh objek.
  • Domains. Batasan administrasi untuk user dan computer yang bersifat logical.
  • Domain Trees. Kumpulan domain yang saling berbagi root domain dan DNS namespace yang sama.
  • Forests. Kumpulan domain yang saling berbagi AD DS yang sama.
  • Sites. Kumpulan pengguna, grup, dan komputer yang terdefinisi berdasarkan lokasi fisik.
  • Organizational Units. Kontainer dalam sebuah AD DS yang menyediakan framework untuk mendelegasikan hak-hak administratif dan sebagai penghubung bagi Group Policy Object (GPO).

Selanjutnya, Instalasi Active Directory Domain Services

Halaman 1 | 2