6th Position, Not So Bad for Debut

Tahun 2013 adalah tahun dimana saya ikut kompetisi Imagine Cup untuk pertama kali, mungkin juga untuk terakhir kali mengingat saya adalah mahasiswa tingkat akhir. Sedangkan Imagine Cup adalah student competition.

Imagine Cup adalah student technology competition yang diselenggarakan oleh Microsoft. Final tahun ini berlokasi di St. Petersburg, Rusia.

Dalam kompetisi ini, saya ikut dalam sebuah tim yang anggotanya lintas jurusan: 3 jurusan SI, 1 jurusan Multimedia, dan dosen pendamping kami adalah dosen yang kebetulan sedang riset mengenai ABK (anak berkebutuhan khusus), khususnya tuna grahita. Kami mengambil kategori World Citizenship dan membuat aplikasi permainan untuk membantu adik-adik tuna grahita mengembangkan mental dan kemandirian mereka. Kami mulai bekerja kira-kira sejak akhir Februari 2013 dengan deadline tanggal 15 Maret 2013.

Tahap pertama, kami merancang tampilan aplikasi permainannya dulu, termasuk gambar background, serta gambar-gambar lain yang akan digunakan dalam permainan tersebut.

Tahap kedua, kami mulai membangun permainannya. Kami menggunakan Construct2 untuk membangun permainannya.

Tahap ketiga, testing. Kami mengujicobakan aplikasi permainan yang kami beri nama InLife ini kepada adik-adik tuna grahita di SLB Al-Azhar Sidoarjo. Dari sana, kami mendapatkan beberapa poin perbaikan.

Tahap keempat dan terakhir, kami kembali memperbaiki InLife dan menambah beberapa jenis permainan. Setelah itu, kami mulai membuat video untuk submission.

Dalam waktu 3 minggu kami harus menyelesaikan 4 tahap itu. Mepet memang, mengingat 2 dari kami dengan menyelesaikan TAnya, dan 2 lainnya masih padat kuliah. Kami bekerja dengan ngebut dan mepet. Berbahaya.. XD

Jadwal Kompetisi

  • 15 Maret Batas pengumpulan overview video
  • 18 Maret Pengumuman 5 besar
  • 23 Maret Semifinal untuk kompetisi Games dan Innovation
  • 24 Maret Semifinal untuk kompetisi Worldwide Citizenship
  • 25 Maret Pengumuman 3 Besar
  • 1 April Batas pengumpulan Story Board untuk 3 besar
  • 10 April Final Indonesia

Kriteria Penilaian

Untuk kategori World Citizenship, pembobotan penilaiannya adalah:

  • 50% impact
  • 30% feasibility
  • 20% execution

Dan tahun ini, para jurinya adalah:

  • 2 Technical Evangelist
  • 1 UX Evangelist
  • 2 IT Consultant
  • 1 Senior Account Technology Strategist
  • 1 Audience Marketing Manager
  • 2 Audience Marketing Associate

Komplit ya, hehehe..

And…

Untuk Imagine Cup tahun ini kami memang belum berhasil masuk Top 5, karena kami ada di posisi ke-6 setelah IT Telkom, ITB, UGM, Binus, dan STMIK AMIKOM Yogyakarta. Bahkan dari total 13 peserta (seluruh kategori) asal perguruan tinggi di Jawa Timur pun hanya 1 yang masuk Top 5. Bukan ITS, bukan PENS, bukan STIKOM, bukan UM, UB, atau UMM. Melainkan Universitas Trunojoyo Madura! Mereka masuk Top 5 untuk kategori Games. Agak mengejutkan memang, hehehe.

1 hal hasil evaluasi pribadi saya atas kegagalan kami masuk Top 5: waktu yang terlalu sedikit untuk mengerjakan project-nya. Sebetulnya gaung Imagine Cup sudah terdengar lama. Hanya saja ide kami baru muncul saat 3 minggu menjelang deadline, setelah rangkaian seminar & workshop Imagine Cup di Surabaya & Malang. Kalau misalnya kami mulai mengerjakan sejak awal gaung Imagine Cup terdengar, maka kami punya banyak waktu untuk 4 hal penting: riset, pengembangan aplikasi, uji coba, dan mendesain video presentasi sebaik mungkin.

Tahun ini adalah pertama kalinya STIKOM ikut Imagine Cup. Dan saya pikir, tak buruk juga mengawalinya dengan posisi ke-6. Semoga tahun depan, STIKOM bisa masuk Top 3 kompetisi Imagine Cup Indonesia, lalu lanjut ke worldwide final…