Arsip Bulanan: April 2010

9 Pertanyaan Mendasar yang Diajukan oleh Desainer Web kepada Kliennya

Hal yang paling sulit bagi seorang web designer adalah merepresentasikan apa yang diinginkan oleh kliennya sendiri, terkadang klien merasa tidak puas terhadap hasil kerja web designer tersebut. Kadang malah klien meminta lebih dimana melebihi dari kemampuan seorang web designer itu sendiri. Untuk itu ada baiknya sebelum seorang web designer itu mengerjakan proyek dari kliennya, alangkah baiknya terlebih dahulu ditanyakan beberapa hal mendasar di bawah ini kepada klien Anda :

  • Apa yang Anda inginkan dari web Anda? Sebagai seorang web designer, Anda harus mengetahui dengan pasti apa yang diinginkan oleh klien Anda terhadapnya webnya, misalnya apakah klien Anda ingin menjadikan webnya sebagai company profile, jejaring sosial, toko online, portofolio atau sekedar blog saja.
  • Apa saja target audience Anda?Dalam mendesain web, Anda juga harus mengetahui target audience dari klien Anda, misalnya dari segmen usia, Anda tidak mungkin menggunakan warna-warna cerah dan banyak animasi jika web itu ditujukan untuk 30 tahun keatas.
  • Fitur apa sajakah yang nantinya ingin Anda pasang di web Anda? Sebelum datang ke Anda tentunya klien Anda telah memiliki bayangan terhadap web yang akan dibuat mengenai fitur-fiturnya, namun ada juga klien yang belum memiliki bayangan mengenai fitur-fitur yang melengkapi webnya. Tentu Anda juga mampu memberikan bayangan terhadap klien Anda.
  • Bisakah Anda tunjukkan kepada kami web kompetitor Anda? Anda juga dapat meminta klien Anda menunjukkan web kompetitornya, tentunya klien Anda menginginkan webnya lebih baik daripada kompetitornya bukan?
  • Apa saja website favorit Anda? Mengapa? Jangan lupa Anda juga wajib menanyakan, web apakah yang menjadi favorit klien Anda disertai alasannya. Dengan hal itu Anda dapat mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai klien Anda. Misalnya ada klien yang lebih memprioritaskan warna daripada tingkat kesulitan  menggunakan web tersebut begitu juga sebaliknya.
  • Apakah Anda mengerti proses desain web? Hal ini perlu ditanyakan kepada klien Anda, agar klien Anda mengerti bagaimana web tersebut dibuat berdasarkan kreatifitas bukan sekedar rumus biasa. Jadi Anda harus meyakinkan klien terhadap daya imajinasi Anda.
  • Kapan deadline-nya dan berapa budget-nya? Pertanyaan ini cukup penting, Anda harus mengetahui berapa budget yang dimiliki klien Anda dan berapa lama tenggat waktu yang diberikan kepada Anda. Tentunya Anda memiliki standar terhadap hal ini bukan?
  • Apa saja daftar kontak yang Anda miliki? Daftar kontak klien merupakan hal yang cukup penting dalam web nantinya, jadi sebisa mungkin dapatkan kontak klien Anda mulai dari alamat, IM, email, FacebookTwitter dan lain-lain sehingga nantinya klien tersebut semakin mudah dihubungi oleh audiencenya.
  • Dapatkah kami mencantumkan logo atau nama kami? Pertanyaan ini tidak begitu penting, namun ada baiknya juga ditanyakan. Kedepannya nantinya akan bermanfaat buat Anda bukan? Jika sewaktu-waktu ada klien baru yang tertarik dengan web buatan Anda.

Membuat Virtual Host di XAMPP

Salah satu kesulitan kita sebagai pengembang website dan para web master adalah ketika mengembangkan website yang menggunakan CMS dengan alamat URL absolute. Seperti misalnya Joomla. Dalam kasus Joomla, kita akan mengalami kesulitan saat memindahkan database dan instalasi Joomla yang telah kita develop di localhost kita ke server yang sebenarnya. Masalah utamanya sebenarnya adalah pada domain URL absolut tersebut.

Lalu bagaimana kita membuat domain sendiri di localhost kita?

Virtual host adalah salah satu fitur di Apache, salah satu komponen XAMPP, yang memungkinkan kita punya beberapa hosting website di satu web server di mana masing-masing punya nama domain sendiri, misalnya http://www.abc.com dan http://www.xyz.com. Apache punya dua jenis virtual host, yaitu NameVirtualHost dan IP-Based Virtual Host. Dalam artikel ini cuma kan dibahas NameVirtualHost.

Proses Membuka Halaman Website

Sebelum kita bahas bagaimana caranya mengkonfigurasi NameVirtualHost, ada baiknya kita pahami dulu proses yang terjadi ketika kita membuka suatu halaman website.

Pada saat kita mengetikan alamat suatu website (URL, Universal Resource Locator) di web browser kita, misalnya http://www.abc.com/artikel/index.php, maka web browser memecah URL tersebut menjadi beberapa komponen. Komponen dari URL di atas adalah:

  • Protokol, (dalam contoh ini adalah http), bagian ini menentukan cara komputer kita berkomunikasi dengan server. Dalam hal ini menggunakan protokol HTTP.
  • Host Name, (www.abc.com), bagian ini digunakan untuk mencari lokasi webserver.
  • Lokasi relatif dokumen (/artikel/index.php), bagian ini menentukan lokasi dokumen dalam webserver yang akan kita buka.

Selanjutnya komputer kita akan menterjemahkan nama host menjadi IP address. Hal ini dilakukan karena komputer berkomunikasi dengan menggunakan IP address, bukan nama host. Proses penerjemahan ini disebut name resolution process. Proses ini dilakukan dengan cara:

  • Melihat local cache. Mungkin saja nama host tersebut pernah diterjemahkan menjadi IP address dalam proses sebelumnya.
  • Melihat ‘hosts’ file. File ini berisi pemetaan nama host dengan IP address.
  • Mencari di DNS server. DNS server memiliki database yang memuat pemetaan nama host dengan IP address.

Setelah IP address diketahui, komputer akan mengontak web server dan meminta dokumen yang kita minta dengan menggunakan lokasi relatif dokumen dari URL. Jika dokumen yang kita minta berhasil ditemukan oleh web server, maka web server akan memberikan dokumen tersebut, dan komputer kita akan menampilkannya di web browser.

Kalau digambarkan, proses yang terjadi kurang-lebih adalah seperti ini:

Modifikasi Name Resolution Process

Agar kita bisa menggunakan NameVirtualHost, kita harus mengkonfigurasi name resolution process terlebih dahulu. Untuk melakukannya, kita bisa mengedit hosts file atau mengkonfigurasi DNS. Dalam artikel kali, modifikasi name resolution process hanya akan dilakukan dengan mengedit hosts file. Hosts file adalah file teks yang berisi pemetaan nama host dengan IP address. Kita bisa mengedit file ini dengan menggunakan notepad. Lokasi hosts file adalah C:WINDOWSsystem32driversetchosts.

Di dalam hosts file (yang belum diubah) seharusnya sudah ada satu record, yaitu:

[html]127.0.0.1 localhost[/html]

Bagian kiri adalah IP address dan bagian kanan adalah nama host-nya. Arti dari record di atas adalah kalau komputer mau melakukan koneksi dengan komputer yang nama hostnya localhost, komputer akan mencari komputer dengan IP address 127.0.0.1.

Catatan: 127.0.0.1 adalah IP address komputer kita sendiri, disebut loopback. Semua komputer memiliki IP address ini untuk keperluan berkomunikasi dengan dirinya sendiri.

Coba tambahkan baris berikut:

[html]127.0.0.1 www.abc.com
127.0.0.1 www.xyz.com[/html]

Setelah itu start XAMPP lalu buka web browser, browse http://www.abc.com dan http://www.xyz.com. Apa yang terjadi? Seharusnya kita akan melihat halaman website yang kita simpan di XAMPP. Kalau sudah berhasil, kita bisa lanjutkan ke pembahasan berikutnya.

Konfigurasi NameVirtualHost

Untuk mengoonfigurasi NameVirtualHost kita harus edit file httpd-vhost.conf di dalam folder xamppapacheconfextra. Kita bisa edit file ini dengan menggunakan notepad. Di dalam file itu sudah ada contoh konfigurasi, tapi masih berupa comment (diabaikan oleh apache, karena masih ada tanda pagar (#) didepan teks).

Untuk bisa menggunakan NameVirtualHost, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menghapus tanda pagar (#) di depan tulisan ##NameVirtualHost *:80. Setelah itu tambahkan definisi NameVirtualHost untuk setiap nama host (domain) yang kita buat. Contoh untuk membuat NameVirtualHost http://www.abc.com dan http://www.xyz.com, tambahkan baris berikut:

[html]ServerAdmin www.abc.com
DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/abc"
ServerName www.abc.com
ServerAlias *.abc.com

ServerAdmin www.xyz.com
DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/xyz"
ServerName www.xyz.com
ServerAlias *.xyz.com[/html]

Modifikasi teks di atas sesuai dengan keperluan. Ada beberapa hal yang haru diperhatikan, yaitu:

  • DocumetRoot hanya bisa diisi dengan link relatif ke folder di bawah folder XAMPP. Biasanya dokumen website disimpan di folder htdocs.
  • ServerAlias bisa menggunakan asterix (*), contoh: *.xyz.com. Artinya setiap nama host yang diakhiri xyz.com akan di-redirect ke folder /xampp/htdocs/xyz.
  • Restart Apache setiap kali melakukan perubahan konfigursi VirtualHost.

Contoh Kasus

Kita ingin membuat nama domain & alamat IP yang berbeda untuk dua web kita di XAMPP. Misalnya 127.0.0.2 untuk www.abc.com dengan root folder xampphtdocsabc, dan 172.0.0.3 untuk www.xyz.com dengan root folder xampphtdocsxyz, dengan asumsi bahwa telah ada folder bernama abc dan xyz dalam htdocs. Maka yang harus kita lakukan adalah:

Mengkonfigurasi file httpd-vhosts.conf

Tambahkan baris:

[html]ServerAdmin www.abc.com
DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/abc"
ServerName www.abc.com
ServerAlias *.abc.com

ServerAdmin www.xyz.com
DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/xyz"
ServerName www.xyz.com
ServerAlias *.xyz.com[/html]

Dalam contoh diatas, saya menginstall XAMPP di D:

Setiap setelah melakukan konfigurasi, restart Apache.

Mengonfigurasi file hosts

Tambahkan baris:

[html]127.0.0.2 www.abc.com
127.0.0.3 www.xyz.com[/html]

Setelah itu simpan.

Testing…testing…

Buka browser dan ketikkan http://www.abc.com dan http://www.xyz.com. Kalaun teman-teman benar mengkonfigurasi seperti diatas tadi, seharusnya ketika teman-teman mengetikkan http://www.abc.com dan http://www.xyz.com di address bar browser, maka browser akan mengarah ke root folder yang tertulis di DocumentRoot dalam file httpd-vhosts.conf.

Tips & Trik Mendongkrak Kecepatan Internet

Semua pengguna internet pasti merasa kesal ketika kecepatan koneksinya lemot alias lambat. Bahkan dalam beberapa kejadian, untuk chatting aja bisa terputus. Berikut ini ada sejumlah tips untuk sedikit mendongkrak kecepatan berinternet tanpa menggunakan tool alias manual untuk kebutuhan browsing, cek email, chatting, dan bahkan utuk download:

Cara 1: Menggunakan Google Public DNS

Google Public DNS merupakan produk terbaru dari Google yang diumumkan secara resmi pada hari Kamis, 3 Desember 2009 melalui blog resmi milik Google (selengkapnya dapat dibaca pada artikel Google Public DNS: Kecepatan dan Privasi Berinternet). Layanan ini menawarkan cara alternatif untuk meningkatkan kecepatan akses secara signifikan dan menjaga privasi kita ketika kita berselancar. Untuk menggunakan layanan ini, kita cukup melakukan setting pada bagian Network Connections dengan mengganti alamat DNS ke 8.8.4.4 dan 8.8.8.8 (saya sarankan menggunakan 8.8.4.4 sebagai preferred karena waktu respon ke alamat ini lebih kecil daripada 8.8.8.8, sehingga responnya lebih cepat)

  1. Buka Control Panel
  2. Pilih Network Connection 
  3. Pilih koneksi yang akan dikonfigurasi dengan Google Public DNS, klik kanan, dan pilih Properties
  4. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) (dalam Windows Vista dan Windows 7, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)
  5. Klik Propreties
  6. Pilih Use the Following DNS Server Addresses
  7. Isikan Preferred DNS Server dengan 8.8.4.4, dan Alternate DNS Server dengan 8.8.8.8
  8. Klik OK
  9. OK lagi
Sekarang, kita sudah dapat menggunakan layanan Google Public DNS.

Cara 2: Menonaktifkan pembatasan bandwidth oleh Windows

Pada dasarnya, Windows memberlakukan pembatasan bandwidth koneksi internet sebesar 20% dari total bandwidth yang ada. Jadi, untuk sedikit mempercepat koneksi internet, kita bisa menonaktifkan pembatasan bandwidth tersebut.

  1. Klik Start – Run
  2. Ketik gpedit.msc dan klik OK
  3. Window Local Group Policy Editor akan terbuka
  4. Pada Computer Configuration, buka Administrative Templates – Network – QoS Packet Scheduler
  5. Klik dua kali pada Limit Reservable Bandwidth
  6. Setelah window Limit Reservable Bandwidth terbuka, ubah setting menjadi Enabled
  7. Pada Options ubah nilai Bandwidth limit (%) menjadi 0
  8. Klik OK
  9. Restart komputer
 Trik ini hanya berlaku untuk komputer barbasis Windows dan berlaku untuk semua browser.

Cara 3: untuk pengguna modem analog

  1. Buka Control Panel
  2. Pilih Network Connection
  3. Pilih modem mana yang akan dikonfigurasi, klik kanan, dan pilih Properties
  4. Pilih modem dan klik Configure
  5. Pada tab General, ubah Maximum Speed menjadi 115200
  6. Pindah ke tab Connection dan klik tombol Port Setting
  7. Pada kotak dialog Advanced Port Setting, centang pada Use FIFO buffers. Kemudian ubah Receive Buffer menjadi 14 dan Transmit Buffer menjadi 16, lalu klik OK
  8. Klik Advanced, centang pada Use Flow Control. Kemudian pilih radio button Hardware. Pada bagian Extra Setting, isi dengan &C1&D2E1Q0V1X4%C0 S7=55 S11=55 S0=0.
Ada cara lagi:
  1. Buka Device Manager
  2. Pada bagian Ports (COM & LPT), pilih port yang digunakan oleh modem kita, klik kanan, dan pilih Properties
  3. Buka tab Port Settings, pilih 921600 pada bagian  Bits per second
 Ada cara yang lain lagi:
  1. Buka file system.ini yang terletak dalam C:Windows
  2. Pada bagian [386nh], tambahkan dengan COM1Buffer=16384. Ubah COM1 dengan port yang digunakan oleh modem kita.

Google Public DNS: Kecepatan dan Privasi Berinternet

Google Public DNS adalah salah satu produk terbaru Google yang diumumkan secara resmi pada hari Kamis, 3 Desember 2009 melalui blog resmi Google. Layanan Google Public DNS menawarkan cara alternatif untuk menjelajahi dunia maya dengan jaminan kecepatan dan jaminan privasi yang bisa diandalkan.

Banyak orang yang mempertanyakan tentang privasi seseorang ketika mengakses situs google, tentang bagaimana search engine terbesar ini mengumpulkan data orang, dan apakah data itu akan digunakan untuk tindakan kejahatan? maka dengan google Public DNS akan menjawab semuanya.

DNS yang merupakan bagian istilah dari nama domain merupakan suatu pengarah bagi perselancar website ketika mengetikkan alamat URL-nya melalui web browser.

Ketika kita mengetikan “afiful.blogspot.com” maka sistem DNS akan mengarahkan kita ke server “blogspot.com”, dan segala data yang tersedia dari server tersebut akan diberikan kepada kita dalam web browser.

Google Public DNS untuk Kecepatan Akses Internet

Saat ini sebuah halaman web bisa jadi lebih kompleks. Ketika client membuka satu halaman web yang agak kompleks, bisa jadi client tersebut harus melakukan beberapa pencarian DNS hanya untuk membuka satu halaman saja. Rata-rata pengguna internet melakukan ratusan pencarian DNS setiap harinya. Dan itu tentunya akan memperlambat pengalaman browsing kita dan sangat membebani infrastruktur DNS yang ada.

Karena mesin pencari Google telah melakukan penjelajahan web setiap hari dan melakukan proses caching informasi DNS, maka layanan ini tepat untuk mempercepat pengalaman berinternet kita. Karena untuk membuka satu halaman saja, kita dapat mengandalkan hanya satu DNS server untuk melayani pencarian-pencarian DNS, sehingga mengurangi waktu pencarian dan mempercepat penampilan sebuah halaman.

Beberapa kelebihan menggunakan Google Public DNS:

  • Speed up your browsing experience.
  • Improve your security.
  • Get the results you expect with absolutely no redirection.

Google Public DNS dan Privasi

Hal apa sebenarnya yang dilakukan oleh google ketika merekam segala kegiatan yang kita lakukan dengan layanan Google Public DNS?

  • Alamat IP kita memang direkam, namun Google sendiri telah mengklaim bahwa data kita tidak pernah disimpan lebih dari 24-48 jam, dan data itu sendiri dikumpulkan dengan alasan semata-mata hanya untuk tujuan identifikasi masalah-masalah teknis dan membantu melindungi kita dari berbagai serangan yang mungkin berdampak negatif.
  • Google menjamin data identitas pribadi kita, dan Google menjamin bahwa data privasi tentang diri kita tidak pernah akan dikumpulkan.
  • Alamat tempat tinggal kita akan disimpan untuk tujuan debugging, dan meningkatkan pengalaman Google Public DNS. sebagian besar informasi itu dibutuhkan selama lebih kurang 2 minggu, dan informasi lain dari sesi ini dijanjikan tidak akan dikumpulkan oleh pihak Google.
  • Situs yang kita akses memang akan disimpan. Tapi Google tidak akan mengidentifikasi data dan tentang diri kita.
  • Secara umum Google Public DNS juga menerapkan kebicakan privasi publik, dan hal tersebut kita bisa baca selengkapnya melalui layanan kebijakan publik google.

Untuk lebih lengkapnya, kita bisa melihat dokumentasi dari Google Public DNS.