Microsoft_Azure_0

Microsoft Azure Storage for WordPress

Ketika website kita yang berbasis WordPress mulai berkembang, atau ketika kapasitas hosting kita terbatas, kita dapat memanfaatkan Microsoft Azure Storage Service untuk menyimpan file-file media untuk website kita.

Kelebihan yang kita dapatkan ketika menggunakan Microsoft Azure Storage Service diantaranya:

  • Scale sampai dengan 500TB per storage account
  • High availability
  • Local/Geo redundant

Prasyarat

  • Microsoft Azure subscription
  • Self-hosted WordPress

Let’s Start!

Membuat Storage Account di Microsoft Azure

Jika Anda telah memiliki Storage Account dan tidak ingin membuat Storage Account yang baru, Anda bisa skip ke langkah Membuat Container.

  1. Login ke Microsoft Azure Management Portal.
  2. Buat Storage Account baru.
    NewData + StorageStorage. Beri nama dan lakukan beberapa penyesuaian, lalu klik [Create].
  3. Klik Settings ⇒ Keys. Catat Storage Account Name dan Primary Access Key-nya.

Membuat Container

Membuat Container dapat dilakukan dari Azure Management Portal, atau dari WordPress.

Jika Anda memilih untuk membuat Container dari WordPress, Anda bisa skip langkah ini dan lanjutkan ke instalasi dan konfigurasi plugin.

Jika Anda ingin membuat Container di Azure Management Portal, berikut langkahnya:

  1. Klik Containers ⇒ Add.
  2. Beri nama, pilih Access Type Blob atau Container, lalu klik OK.

 

Jika Anda bingung tentang hirarki konsep storage di Azure, Anda dapat memperhatikan gambar ini:

Install Plugin

  1. Login ke WordPress Anda ⇒ Plugin ⇒ Tambah Baru.
  2. Ketik “Azure” di pencarian, lalu install dan aktifkan Windows Azure Storage for WordPress.

Konfigurasi Plugin

  1. Buka Pengaturan ⇒ Windows Azure.
  2. Isikan Store Account Name dan Primary Access Key yang telah kita catat tadi, lalu klik Simpan Perubahan.
  3. Pilih Default Storage Container dengan container yang telah Anda buat sebelumnya. Atau Anda dapat membuat storage container baru. Lalu klik Simpan Perubahan.
  4. Anda dapat mencentang opsi “Use Windows Azure Storage for default upload” jika Anda ingin menggunakan Azure Storage sebagai penyimpanan default untuk file-file media WordPress Anda.

Penggunaan

Ketika Anda membuat posting baru, Anda akan melihat tombol baru berlogo Windows Azure di samping tombol Tambahkan Media.


Opsional

CNAME

Anda dapat mengonfigurasikan CNAME domain Anda untuk menyamarkan penggunaan Azure Storage.

  1. Masuk ke domain control panel Anda dan tambahkan CNAME record sesuka Anda ke <account_name>.blob.core.windows.net.
  2. Di Azure Management Portal, buka Settings ⇒ Custom Domain Go.
  3. Klik Manage Domain lalu isikan domain/subdomain Anda, lalu klik Register dan tanda centang di kanan bawah.
  4. Setelah selesai, maka URL file yang tadinya https://afif.blob.core.windows.net/wordpress/elhashif.jpg bisa menjadi http://files.elhashif.net/wordpress/elhashif.jpg.

File Explorer

Untuk memudahkan manajemen file, Anda dapat menggunakan cloud storage explorer seperti CloudBerry Explorer atau Azure Storage Explorer.

Selain versi desktop, ada juga yang web-based seperti Azure Web Storage Explorer.

Sekian, semoga bermanfaat. :)

OpenCart Admin Display Problem on Microsoft IIS Server

Masalah

Saya melakukan fresh install OpenCart di IIS. Ternyata, setelah melakukan instalasi, ada masalah di tampilan halaman adminnya.

oc-mime-1

Penyebab & Alternatif Solusi

  • Template admin nggak terupload. Coba cek /admin/view/template. Pastikan ada isinya.
  • Masalah di penamaan direktori. Kroscek kembali penamaan direktori dan file config.php di dalam direktori admin.
  • MIME type. Nah, ini penyebab dari masalah yang saya alami. File bootstrap.less tidak ter-load karena MIME .less tidak dikenali secara default di IIS. Jadi, saya harus menambahkan .less dengan MIME type text/css.

oc-mime-2

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji & mungkar”

Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji & mungkar”

Lantas, sholat yang bagaimana yang dapat mencegah dari perbuatan-perbuatan keji & mungkar? Mengingat kita juga masih sering melihat orang sholat tapi tetap melakukan perbuatan keji & mungkar…

Ada banyak perintah Allah dalam Alquran tentang sholat. Dan kata perintah yang digunakan oleh Allah adalah “أَقِيمُوا۟” yang artinya “dirikanlah“, atau “tegakkanlah“. Bukan “lakukanlah”.

“Mendirikan” atau “menegakkan” tentu berbeda dari sekadar “melakukan”. “Melakukan” sholat itu hanya sekedar ritual fisik. Sementara perintah Allah tentang sholat adalah “mendirikannya”, yang berarti melibatkan seluruh jiwa & raga kita.

Nah, bagaimana kita bisa “mendirikan” sholat dengan benar?

Kita bisa melihat potongan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“…Ihsan itu adalah hendaknya kamu menyembah (menghamba, beribadah) kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka (ketahuilah bahwa) sesungguhnya Dia melihatmu…”

Dalam mendirikan sholat (bukan sekedar melakukan sholat), hendaknya kita berupaya “menghadirkan” Allah di hati kita. Pahami bahwa kita akan menghadap Allah Yang Maha Agung, yang telah memberikan segala bentuk kenikmatan yang kita nikmati, yang telah memberikan kesehatan & rizqi kepada kita. Nikmati setiap fase sholat kita. Renungi & resapi setiap bacaan sholat kita.

Kalau memungkinkan, jangan sholat saat lapar. Sebaiknya makan dulu secukupnya agar tidak kepikiran makan saat sholat, hehehehe. Dan jika sholat sendirian, sholatlah dibelakang tembok, tiang, atau sutrah agar pandangan tidak terganggu. Kalau bisa juga sholat di tempat yang agak sepi.

Usaha untuk “mendirikan” sholat itu jangan berhenti saat kita sholat saja. Kita menjadi hamba Allah bukan hanya saat sholat saja kan? Maka, selama kita menjadi hamba Allah, pegang erat hadits di atas tadi. Pahami bahwa kita hamba Allah yang selalu dilihat olehNya.

Maka ketika upaya untuk menghadirkan Allah ada di dalam setiap nafas kita, upaya untuk terus memahami bahwa Allah selalu melihat kita, insyaa Allah akan mencegah kita dari kecenderungan untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Speedtest di Ubuntu menggunakan Terminal

Untuk melakukan tes kecepatan koneksi internet, mudah saja kita buka Speedtest.net di browser jika kita menggunakan GUI di OS klien. Tapi bagaimana untuk melakukan tes kecepatan koneksi internet di Ubuntu server?

Kita bisa menggunakan tool kecil berbasis Python: speedtest-cli.

  1. Install python-pip:
    sudo apt-get install python-pip
  2. Install speedtest-cli via python-pip:
    sudo pip install speedtest-cli
  3. Setelah terinstall, kita bisa menggunakannya dengan command:
    speedtest
  4. Hasilnya seperti ini:
    elhashif@elhashif-ubuntu:~$ speedtest
    Retrieving speedtest.net configuration...
    Retrieving speedtest.net server list...
    Testing from Microsoft Corporation (x.x.x.x)...
    Selecting best server based on latency...
    Hosted by SGIX (Singapore) [7.42 km]: 1.332 ms
    Testing download speed........................................
    Download: 327.53 Mbits/s
    Testing upload speed..................................................
    Upload: 4.69 Mbits/s
    elhashif@elhashif-ubuntu:~$

Selamat mencoba.. :)

start_menu_windows_10

Mencicipi Windows 10 Technical Preview

Windows-10-Technical-Preview-1024x575Windows 10 adalah sistem operasi terbaru dari Microsoft yang versi Technical Preview-nya baru saja dibuka untuk umum tanggal 1 Oktober 2014 kemarin. Dengan sistem operasi terbaru ini, Microsoft disebut-sebut ingin menjembatani seluruh perangkat (PC, laptop, tablet, dan smartphone) menjadi satu sistem operasi, satu platform, dan satu ekosistem developer.

Start Menu

Saya baru sempat mencoba Windows 10 Technical Preview dua hari setelah hari peluncurannya. Kesan pertama kami mencobanya adalah tentang Start Menu-nya.

Setelah melalui proses booting, kita akan langsung disuguhi pemandangan desktop yang familiar: taskbar dengan tombol start di bawah, dan Recycle Bin di pojok kiri atas.

Pada Windows 10 Technical Preview, ketika tombol Start diklik, yang muncul adalah Start Menu seperti pada Windows Classic hingga Windows 7. Bukan Start Screen seperti pada Windows 8 dan Windows 8.1. Hal ini tentunya akan menjadi kabar baik bagi pengguna yang sejak lama terbiasa dengan Start Menu daripada Start Screen. Walaupun hal ini juga membuat Microsoft terkesan plin-plan.

Start Menu yang muncul di Windows 10 Technical Preview ini tampak seperti gabungan antara Start Menu versi Windows 7 dan Start Screen versi Windows 8.1. Jika Anda lebih familiar dengan start menu lawas, Anda dapat memilikinya. Dan Anda juga dapat memanfaatkan Live Tile di sebelahnya untuk menampilkan informasi-informasi yang berguna, seperti: status inbox (email), agenda (kalender), cuaca, update jejaring sosial, dan lain sebagainya.

start_menu_windows_10

Window

Kesan kedua saat kami mencobanya adalah pada Window-nya. Ketika kita membuka sebuah window, ada visual effect baru yang mengiringi terbukanya window tersebut. Bagi kami, itu adalah pemandangan yang baru & fresh. Selain itu, window juga terkesan sleek dengan tidak adanya border di sisi-sisinya.

Pemandangan baru lagi yang dapat kita jumpai adalah shadow yang terkesan dalam di belakang active window.

window

Virtual Desktop

Saat bekerja dengan Windows 10, Anda dapat meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan Virtual Desktop. Dengan virtual desktop, Anda dapat memiliki beberapa workspaces untuk menghindari sesaknya desktop karena banyaknya aplikasi yang Anda buka. Klik tombol [Task View], dan Anda dapat melihat sekilas aplikasi apa saja yang terbuka, dan Anda dapat membuat beberapa virtual desktop workspace. Anda dapat mengklik [CTRL]+[Windows] untuk berpindah antar desktop.

 

virtual_desktop

Modern Apps Tidak Lagi Full Screen

 

modern_apps

Dan…

Pada akhirnya, satu sistem operasi bagi banyak platform -PC, notebook, tablet, hingga smartphone- memang masih sebatas teori. Kemampuan seperti itu masih belum ditunjukkan oleh Microsoft pada versi Technical Preview ini. Selain itu, masih banyak PR bagi Microsoft untuk memperbaiki Windows 10 yang masih pada tahap Technical Preview ini.

Jika Anda ingin mencoba Windows 10 versi Technical Preview ini, Anda dapat mengunduhnya di http://windows.microsoft.com/en-us/windows/preview-iso

Ini adalah tulisan saya tentang Windows 10 untuk blog Harrisma Wisesajaya.

Cara Mudah Meredakan Cegukan

Sejak dua hari yang lalu, sampai tadi malam, saya cegukan terus menerus. Sesekali berhenti saat berbaring, tapi cegukan lagi saat saya berdiri. Sampai saya harus izin ngantor karena dada sakit sekali.

Setelah berkonsultasi dengan mbah Google, saya menemukan satu cara mudah untuk meredakan cegukan. Saya coba, dan Alhamdulillah, reda seketika.

Berikut ini caranya:

  1. Sediakan segelas air hangat.
  2. Masukkan ke dalam mulut sampai mulut menggembung. Jangan ditelan dulu.
  3. Tutup hidung dengan 2 jari.
  4. Berdiri, lalu membungkuk seperti orang ruku’.
  5. Sambil perlahan menegakkan badan, telan air yang ada di mulut.

In syaa Allah cegukan akan mereda. Tapi jika belum berhenti, ulangi hingga 2-3 kali.

Seminar Microsoft Azure pada Soft Opening Harrisma Solutions Centre

Hari ini, untuk kesekian kalinya saya berkesempatan kembali untuk membawakan materi Microsoft Azure pada seminar dalam rangka opening kantor tempat saya bekerja: Harrisma Solutions Centre.

Materi yang saya bawakan tetap: tentang Cloud Computing & Microsoft Azure, karena diantara para audiens yang rata-rata manajer TI dari beberapa klien Harrisma itu masih ada yang belum ngeh tentang konsep dasar teknologi cloud computing & salah satu produk yang memanfaatkan teknologi tersebut: Microsoft Azure.

Hal-hal yang saya sampaikan antara lain tentang konsep dasar cloud computing, benefit-benefitnya, perbedaan dengan teknologi komputasi yang sebelumnya, case study, dan tentang Microsoft Azure beserta fitur-fiturnya. Tak lupa juga saya demokan dua fitur dari beberapa fitur Azure yaitu Azure Websites & Azure VM.

P1010920

Membuat Storage Pool di Windows Server 2012 & Windows 8.1

Posting pertama di bulan Juli 2014, saya akan membahas tentang fitur Storage Spaces & Storage Pool. Ada 3 hal yang akan dibahas pada tulisan panjang ini:

  1. Konsep
  2. Membuat Storage Pool di Windows Server 2012
  3. Membuat Storage Pool di Windows 8.1

Jadi, kalau sudah paham konsepnya, boleh langsung lanjut ke pembahasan berikutnya. ;)

Konsep

Apa itu Storage Pool?

Gampangnya, terjemahkan saja ke bahasa Indonesia: kolam penyimpanan. :D

Contoh kasus: kita punya 4 harddisk fisik. Anggap saja masing-masing 250GB, 500GB, dan 2x1TB. Lalu kita ingin menggunakan keseluruhan spacenya tanpa ada sekat di antara space harddisk. Maka alternatif solusinya bisa ada 2: menggunakan RAID, atau menggunakan fitur Storage Spaces pada Windows Server 2012 & Windows 8.1.

Kali ini kita menggunakan fitur Storage Spaces, sehingga seolah kita mempunyai kapasitas penyimpanan hingga sebesar 2.75TB (250GB + 500GB + 1TB + 1TB). Lalu kita bisa membuat satu atau beberapa virtual harddisk dengan satu atau beberapa volume di atasnya.

Selain itu, membuat storage pool juga bisa meningkatkan keamanan & ketersediaan data walaupun ada harddrive yang rusak.

Storage Spaces

Secara umum, langkah untuk membuat storage pool adalah sebagai berikut:

  1. Menambah satu atau beberapa physical harddrive ke host.
  2. Membuat storage pool dengan fitur Storage Spaces di Windows Server 2012 atau Windows 8.1.
    Untuk membuat storage pool, kita membutuhkan minimal 1 physical harddrive tambahan selain yang digunakan oleh OS. Akan tetapi, dengan 1 physical harddrive kita tidak bisa membuat virtual harddisk dengan layout mirror & parity.
  3. Membuat virtual harddisk.
    Ada 3 tipe layout virtual harddisk: Simple, Mirror, & Parity yang mirip dengan RAID0, RAID1, dan RAID5.

    • Simple. Data ditulis apa adanya ke harddrive. Layout ini membutuhkan minimal 1 physical harddrive. Kelebihan: memaksimalkan kapasitas storage space serta kecepatan baca-tulis. Kekurangan: ketika harddrive rusak, data hilang.
      simplelayout
    • Mirror. Data diduplikasi ke dua atau tiga harddrive. Layout ini membutuhkan minimal 2 physical harddrive untuk mengamankan data dari salah satu harddrive rusak, dan 5 physical harddrive untuk mengamankan data dari 2 harddrive rusak sekaligus. Kelebihan: ketika salah satu atau dua harddrive rusak, data masih aman. Kekurangan: kapasitas storage space akan lebih banyak digunakan untuk mirroring.
      mirrorlayout
    • Parity. Data dan informasi paritas ditulis ke semua harddrive. Layout ini membutuhkan minimal 3 physical harddrive untuk mengamankan data dari salah satu harddrive rusak,  dan 7 physical harddrive untuk mengamankan data dari 2 harddrive rusak sekaligus.
      paritylayout

    Untuk menggunakan layout mirror & parity, semua physical harddrive yang dijadikan storage pool sebaiknya berkapasitas sama.

    Selain tiga tipe layout, juga ada dua tipe provisioning: Thin Provisioning & Fixed Provisioning.

    • Thin Provisioning. Ukuran virtual harddisk kita tetapkan, menjadi kapasitas maksimum. Tapi, ukuran file virtual harddisk akan menyesuaikan ukuran penggunaannya, hingga kapasitas maksimumnya (kapasitas maksimum virtual harddisk, bukan kapasitas maksimum storage pool).
      ThinProvisioning
    • Fixed Provisioning. Ukuran virtual harddisk kita tetapkan, menjadi kapasitas maksimumnya. Ukuran file virtual harddisk sesuai dengan yang kita tetapkan.
      FixedProvisioning
  4. Setelah membuat virtual harddisk, kita buat volume. Volume inilah yang nanti akan tampak di Windows Explorer sebagai ‘partisi’ D, E, F, dan seterusnya. Data disimpan secara logical di volume-volume ini.

Membuat Storage Pool di Windows Server 2012

  1. Pastikan ada 1 atau lebih physical harddrive tambahan yang sudah terpasang pada host, atau terattach ke VM.
  2. Buka Server Manager, navigasikan ke File and Storage Services -> Disks. Akan muncul harddrive yang sudah terpasang pada host atau terattach ke VM. Seperti di screenshot di bawah ini, saya punya 1 harddrive untuk OS, dan 3 yang baru terpasang. Yang baru terpasang akan berstatus offline.
    Disks
  3. Lanjut navigasikan ke Storage Pools. Kita akan menemukan Primordial storage pool yang berisikan semua physical harddrive yang belum teralokasikan.
  4. Klik kanan di primordial, atau klik TASKS -> New Storage Pool…
  5. Beri nama storage pool yang kita buat, pilih physical harddrive mana saja yang akan kita gunakan untuk storage pool kita, lalu klik Create.
  6. Setelah proses dan storage pool telah selesai dibuat, terlihat kapasitas storage pool 1.73TB dari harddrive 250GB + 500GB + 1TB. Juga terlihat di pojok kanan bawah physical disk apa saja yang menyusun storage pool tersebut.
    StoragePools1
  7. Setelah storage pool selesai dibuat, saatnya membuat virtual harddisk. Klik kanan pada storage pool, atau klik TASKS -> New Virtual Disk…
  8. Pilih dari storage pool mana kita akan membuat virtual disk, beri nama, pilih storage layout (ingat bahasan storage layout di atas), pilih tipe provisioning, dan tentukan ukuran maksimum virtual disk.
  9. Setelah membuat virtual disk, kita lanjutkan dengan membuat volume. Tentukan ukuran volumenya, assign drive letter atau folder, tentukan file systemnya (NTFS atau ReFS).
  10. Setelah selesai, akan muncul volume baru di Windows Explorer, volume yang dibentuk di dalam virtual disk yang berjalan di atas storage pool. Kita bisa gunakan volume tersebut untuk menyimpan data, dan memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari fitur storage pool.
    newVolume

Menambah Physical Harddrive ke dalam Storage Pool

Salah satu manfaat menggunakan storage pool adalah kapasitas penyimpanan yang bisa ditambah tanpa harus mengalami downtime. Tentunya ini akan sangat bermanfaat bagi server yang tidak boleh downtime sama sekali.

Selain ukuran volume & virtual disk yang bisa diextend, kapasitas storage pool juga bisa ditambah dengan menambahkan physical harddrive. Caranya mudah:

  1. Pasang physical harddrive ke host (atau virtual harddisk ke VM)
  2. Buka Server Manager -> File & Storage Services -> Volumes -> Disks, dan pastikan ada 1 harddrive baru muncul disitu.
  3. Navigasikan ke Server Manager -> File & Storage Services -> Volumes -> Storage Pools.
  4. Pada bagian Physical Disks, klik TASKS -> Add Physical Disk… -> pilih harddrive yang ingin ditambahkan ke storage pool, lalu klik OK.
  5. Setelah selesai ditambahkan, maka kapasitas storage pool akan bertambah.

Membuat Storage Pool di Windows 8.1

Windows 8.1 datang dengan segudang fitur baru yang belum ada di versi Windows sebelumnya. Satu diantaranya adalah pembuatan & pengelolaan Storage Pool.

Untuk membuat storage pool di Windows 8.1 dapat dilakukan di Control Panel -> All Control Panel Items -> Storage Spaces.

Pembuatan storage pool di Windows 8.1 lebih masuk akal dilakukan untuk Windows 8.1 yang terinstall di PC. Karena menambahkan physical harddrive hampir tidak memungkinkan untuk kebanyakan laptop. Tetapi untuk belajar, kita bisa create & attach VHD di Administrative Tools -> Computer Management -> Disk Management, dan memfungsikannya seolah seperti physical harddrive.

createVHD

Secara umum langkah-langkahnya mirip dengan pembuatan storage pool di Windows Server 2012:

  1. Pastikan ada 1 atau lebih physical harddrive tambahan yang sudah terpasang pada komputer.
  2. Buka Control Panel -> All Control Panel Items -> Storage Spaces dan klik Create a new pool and storage space. Klik Yes saat window UAC muncul.
  3. Pilih physical harddrive yang akan dijadikan storage pool lalu klik Create pool. Tunggu prosesnya.
    storagePoolW8.1
  4. Setelah prosesnya selesai, kita bisa membuat storage space. Beri Nama, Drive Letter, File System, Resiliency Type (sama seperti layout, hanya saja di sini ada two-way & three-way mirror), dan ukuran. Lalu klik Create storage space. Tunggu prosesnya.

Begini penampakannya setelah selesai:

storagePoolW8.1-2

winexplorer

Menambahkan Physical Harddrive ke dalam Storage Pool

  1. Buka Control Panel -> All Control Panel Items -> Storage Spaces
  2. Klik Change settings. Klik Yes jika window UAC muncul.
  3. Klik Add drives.
  4. Pilih harddrive yang ingin ditambahkan ke storage pool. Klik Add drives.

Setelah mengklik Change settings, selain kita bisa menambahkan harddrive baru ke dalam storage pool, kita juga bisa membuat storage spaces baru lagi dan mengubah nama storage pool.

Sekian, semoga bermanfaat. :)